Akibat Covid-19, Jutaan Siswi di India Hadapi Krisis Pembalut

  Sabtu, 23 Mei 2020
Murid wanita di India. ( REUTERS/Danish Siddiqui)

NEW DELHI, AYOBANDUNG.COM -- Jutaan murid wanita di India menghadapi krisis pembalut wanita karena tak bersekolah semasa pandemi Covid-19. Laman BBC melaporkan, sekolah-sekolah negeri menjadi sumber andalan para murid wanita untuk mendapatkan jatah pembalut. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Priya biasa menerima satu paket berisi 10 pembalut wanita dar sekolah setiap bulannya. Gadis berusia 14 tahun ini tinggal di Badli, wilayah kumuh di dekat Delhi. Ia menuntut ilmu di sekolah negeri. 

AYO BACA : Salat Idulfitri di Bandung Barat Hanya Boleh 50 Orang

Pemerintah India memiliki skema khusus mempromosikan kebersihan saat menstruasi. Berdasarkan skema ini, murid-murid wanita di sekolah menengah pertama dan atas, menerima jatah pembalut.    

Program pemerintah tersebut tentu sangat penting karena di India, hanya 35 persen dari 355 wanita yang masih menstruasi menggunakan pembalut. Sisanya, mereka menggunakan kain bekas saat menstruasi. dan hampir 23 juta anak perempuan yang drop out dari sekolah per tahunnya, setelah mereka mulai menstruari. 

AYO BACA : Jelang Lebaran, PSBB di Bandung Barat Mulai Longgar

"Saya mendapat jatah terakhir Februari. Sejak saat itu, saya harus membeli dari aptotek. Saya harus membayar 30 rupee untuk satu pak berisi tujuh pembalut wanita," kata Priya kepada BBC. 

Sementara itu Hindustan Times melaporkan hasil survei yang menunjukkan 84 persen wanita kesulitan mendapatkan produk untuk menstruasi sejak ada lockdown. Dari jumlah tersebut, 62 persen mengaku kesulitan mendapat pembalut dari tempat yang biasa mereka dapatkan. Sedangkan 22 persen lainnya justru tidak memiliki akses sama kali pada pembalut.   

Survei pada April ini digelar Menstrual Health Alliance India (MHAI) bekerja sama dengan sejumlah organisasi. Responden meliputi India dan kawasan Afrika serta sejumlah negara lain. Hasil survei kemudian diunggah Dasra dan Change.org.

"Sebagian besar anak remaja dari keluarga kurang mampu amat tergantung pada pembagian dari sekolah. Sejak sekolah mulai ditutup, mereka mulai menggunakan kain bekas," kata Tanya Mahajan dari MHAI.

AYO BACA : Pasrah! Satpol PP Cimahi Bolehkan Lapak Pedagang di Jalan Gandawijaya Dibuka

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar