5 Hal Berat yang Dihadapi Tenaga Medis saat Pandemi Covid-19

  Jumat, 22 Mei 2020   M. Naufal Hafizh
Petugas medis membawa pasien saat simulasi ke Ruang Isolasi Khusus Kemuning Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Tugas tenaga medis saat pandemi Covid-19 tidak mudah. Ada banyak hal berat yang mesti petugas medis hadapi.

Beberapa hari belakangan, kelonggaran yang dilakukan pemerintah membuat sejumlah warga mengabaikan anjuran melakukan jarak fisik. Mereka pergi ke kerumunan di pusat-pusat perbelanjaan. Hal ini berpotensi meningkatkan angka pasien yang terjangkit Covid-19.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

Namun di balik semua itu, masih ada tenaga medis yang kewalahan menangani pasien di rumah sakit. Selain pasien, mereka dihadapkan dengan masalah kesehatan mental diri sendiri.

Untuk memahami apa yang sedang dialami tenaga medis, CNN Internasional telah membuat daftar apa saja yang dihadapi 'pejuang di garda terdepan' ini di rumah sakit.

1. Musuh tak terlihat

Ancaman yang mereka lawan tidak terlihat bahkan lebih sulit ditahan. Virus corona tidak terlihat. Kemudian, ada penundaan antara infeksi ke gejala yang terdeteksi.

2. Pola pikir medan perang

Seperti para pahlawan di medan perang, pekerja layanan kesehatan diharapkan selalu waspada terhadap ancaman kematian.

Mereka mungkin tidak akan didiagnosis dengan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) seperti veteran perang, tetapi banyak yang akan mengalami kondisi 'respons ancaman kronis'.

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA: Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

Respons ancaman kronis didefinisikan oleh peningkatan banyak gejala hyperousousal yang terkait dengan stres pascatrauma, seperti kesulitan tidur, banjir kecemasan, lekas marah, masalah konsentrasi, hingga mengalami emosi meledak-ledak.

3. Kelelahan fisik dan emosional

Petugas kesehatan memiliki keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh orang lain di masyarakat. Untuk hidup di masa krisis ini, banyak dari mereka sampai tidur di rumah sakit di antara shift kerja hanya untuk beristirahat sejenak.

4. Bekerja meski kekurangan peralatan

Kita tahu bahwa banyak petugas kesehatan yang tidak memakai APD layak. Bahkan, beberapa dari mereka mengganti baju hazmat dengan jas hujan plastik demi melindungi diri saat harus tetap bekerja.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

5. Merasa bersalah terhadap korban yang tidak dapat diselamatkan

Ketika tenaga medis kehilangan pasien, hal itu membebani mereka. Bahkan jika tahu secara logis mereka membuat pilihan terbaik, perasaan tidak berdaya adalah beban bagi mereka.

Selain itu, tenaga medis berisiko melihat rekan kerja tumbang karena ikut terinfeksi dari pasien.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar