Memasak Bisa Bikin Bahagia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

  Jumat, 22 Mei 2020   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Memasak membuat seseorang bahagia. (Pixabay/089photoshootings)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Memasak dan membuat kue terbukti bisa membuat orang bahagia, apalagi jika dilakukan selama masa pandemi corona Covid-1.

Selain mengisi waktu luang, memasak dan membuat kue mampu mengatasi perasaan sedih maupun stres menjadi lebih baik.

Namun sebenarnya ada penjelasan ilmiah mengapa tugas-tugas kreatif seperti membuat kue dapat membuat orang merasa lebih baik dan bahagia. Demikian dilansir dari Smithsonian Magazine.

AYO BACA : Cara Memasak Rendang 30-30-30 untuk Lebaran

Menurut sebuah studi terbaru, sedikit kreativitas setiap hari dapat memberikan jalan panjang menuju kebahagiaan dan kepuasan dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan, orang yang sering mengambil giliran di proyek-proyek kreatif kecil melaporkan merasa lebih santai dan lebih bahagia dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Para peneliti mengikuti 658 orang selama sekitar dua minggu dan menemukan bahwa melakukan hal-hal kecil sehari-hari seperti memasak dan membuat kue membuat kelompok merasa lebih antusias tentang pengejaran mereka pada hari berikutnya.

AYO BACA : Dijamin Empuk, Intip Trik Masak Daging dengan Metode 5-30-7

"Ada pengakuan yang berkembang dalam penelitian psikologi bahwa kreativitas dikaitkan dengan fungsi emosional," kata Tamlin Conner, seorang psikolog dengan University of Otago di Selandia Baru dan penulis utama studi tersebut kepada Tom Ough untuk The Telegraph.

"Namun, sebagian besar pekerjaan ini berfokus pada bagaimana emosi bermanfaat atau menghambat kreativitas, bukan apakah kreativitas bermanfaat atau menghambat kesejahteraan emosional."

Dengan mengikuti buku harian terperinci yang disimpan oleh subjek penelitian, Connor menemukan bahwa selain merasa lebih bahagia, orang-orang yang bekerja di proyek kecil yang kreatif setiap hari juga merasa mereka "berkembang".

Hal itu bisa berarti bahwa perasaan baik yang datang dengan menarik sepotong roti yang baru dipanggang keluar dari oven dapat terbawa ke hari berikutnya. Ini membuat tukang roti itu lebih mungkin untuk melanjutkan tindakan kecil mereka dalam memasak kreatif, tulis Ough.

Ini bukan pertama kalinya para peneliti mengambil garis yang menghubungkan membuat makanan dengan perasaan positif. Dalam beberapa tahun terakhir, psikolog telah mulai menghabiskan lebih banyak waktu mengeksplorasi memasak dan membuat kue sebagai alat terapi untuk membantu orang berurusan dengan hal-hal seperti depresi dan kecemasan.

AYO BACA : Begini Cara Memasak Daging Ayam Agar Bebas dari Bakteri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar