Merancang Taman Lumut untuk Pembersih Udara

  Senin, 06 April 2020   Netizen Djoko Subinarto
Taman Lumut

AYOBANDUNG.COM –  Lumut yang selama ini kerap dipandang sebelah mata sesungguhnya bisa tampil lebih istimewa jika kita mau menanamnya secara khusus di pekarangan rumah sehingga membentuk sebuah taman lumut yang asri, eksotis sekaligus membuat lingkungan rumah kita menjadi lebih elok, lebih sejuk dan memiliki udara yang lebih bersih. Tidak percaya?

Sejauh ini, di seluruh dunia diperkirakan terdapat sekitar 16.000 species lumut. Dari jumlah tersebut, 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia. Secara taksonomi, tanaman lumut berada di antara tanaman alga dan pterodophyta. Lumut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu Musci (Moss), Hepaticae (Liverwot) dan Anthocerotae (Hornwort). Lumut menyukai tanah dengan keasaman antara 5,0 dan 6,0. Tanaman ini tidak bakal tumbuh jika keasaman tanah melebihi dari 6,5.

Ditilik dari kacamata ekologi, lumut sesungguhnya memiliki sejumlah manfaat penting bagi lingkungan kita. Manfaat lumut antara lain yaitu sebagai penyedia oksigen, penyerap air dan penyerap zat-zat pencemar (polutan).

Mengingat manfaatnya yang besar bagi lingkungan inilah, tidak ada salahnya kalau kita membuat sebuah taman lumut di pekarangan rumah. Di sejumlah negara, seperti Jepang dan Amerika Serikat, membuat taman lumut di pekarangan rumah merupakan hal yang semakin digemari dewasa ini. Bersamaan dengan itu, komunitas-komunitas pecinta lumut pun bermunculan.

Tidak sulit

Untuk membuat sebuah taman lumut tidaklah terlalu sulit. Yang paling diperlukan adalah sebuah lahan yang harus dijaga kelembabannya secara berkesinambungan. Kenapa? Karena lumut sangat bergantung pada kelembaban untuk bisa tumbuh dengan baik.

Namun, karena hingga kini lumut belum menjadi komoditi yang diperdagangkan layaknya tanaman-tanaman hias lainnya, maka untuk memperoleh benih lumut untuk keperluan taman lumut ini kita harus mencari benih lumut sendiri. Tidak perlu khawatir, karena mendapatkan benih lumut sama sekali tidak sukar. Lumut tumbuh melimpah di mana-mana di negeri kita.

Selain tumbuh di tanah, lumut tumbuh pula di batu, tembok atau pun batang kayu. Nah, untuk melengkapi media tempat tumbuhnya lumut ini, sediakan batu, bongkahan tembok serta batang kayu di taman lumut kita. Jika lahannya lumayan luas, akan lebih baik jika dibuat pula kolam kecil dan air terjun kecil di taman lumut tersebut. Kolam dan air terjun ini akan membantu menjaga kelembaban di sekitar taman lumut.

Bagaimana kalau rumah kita tidak memiliki pekarangan sama sekali? No problemo. Tidak menjadi masalah. Kita dapat membuat taman lumut di dalam rumah. Sediakan saja sebuah kotak kaca seukuran akuarium. Kemudian, tatalah sedemikian rupa sehingga lumut yang di tanam di kotak kaca tersebut menciptakan sebuah taman lumut mini yang menarik.

Jika taman lumut telah tersedia, untuk memperoleh tambahan koleksinya, rajinlah berburu lumut ke alam bebas. Kita bisa mendapatkan lumut di sekitar hutan kota, sungai, telaga, air terjun atau di sekitar bangunan-bangunan yang tidak terawat.

Bila terlalu sibuk sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk pergi berburu lumut, bisa saja kita mengupah seseorang untuk mencarikan benih lumut untuk taman lumut kita. Mudah, bukan?

***

Djoko Subinarto, Alumnus FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus Kolumnis dan Blogger tinggal di Cimahi. Beberapa artikel banyak di muat di Tribun Jateng, Republika, Koran Jakarta, dan media nasional lainnya.

Netizen : Djoko Subinarto
Alumnus FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus Kolumnis dan Blogger tinggal di Cimahi. Beberapa artikel banyak di muat di Tribun Jateng, Republika, Koran Jakarta, dan media nasional lainnya.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar