6 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Maret 2020

  Minggu, 05 April 2020   Netizen
Ayo Netizen. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

AYOBANDUNG.COM -- Hi, Netizen! Seperti biasanya, setiap tanggal 5 awal bulan akan ada pengumuman netizen dengan tulisan terpopuler di Ayo Netizen.

Sebelumnya, untuk membaca ulang tulisan dari netizen, kalian bisa mengaksesnya di sini.

Bagi kalian yang ingin mengirimkan tulisan, ketentuannya bisa dibaca di sini.

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di edisi Maret 2020. Pemenang akan dihubungi oleh tim Ayobandung.com melalui nomor telepon.

Ingat, segala bentuk kecurangan seperti penggunaan mesin akan ditindak tegas oleh Redaksi Ayobandung.com.

Berikut penulis-penulis dengan tulisan terpopuler edisi Maret 2020:

1. Masyarakat Indonesia Menghadapi Corona

Kementerian Kesehatan RI mengemukakan bahwa Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan kategori virus baru yang dapat menyebabkan penyakit pada pernapasan manusia. Novel Coronavirus ini masih 1 keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS, dan seperti kita ketahui virus ini berasal dari Wuhan, Cina. Pada umumnya, pasien yang terpapar Novel Coronavirus memilki gejala klinis, seperti demam disertai batuk dan pilek bahkan mengalami kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, hingga keadaan badan terasa letih dan lesu.

2. Cina Sulit Ditaklukkan?

Perang atau konflik bersenjata ternyata berpindah-pindah. Rampung di satu tempat, pindah ke tempat lain. Waktunya pun berurutan dan relatif berdekatan.

Apa motif perang? Ternyata beragam. Mempertahankan kepentingan nasional atau kelompok. Mewujudkan supremasi ideologi dan bisnis. Mempertahankan kelanggengan industri militer. Tak tertutup kemungkinan gila kekuasaan.

3. Nasib Guru Honorer dan Kebijakan BOS untuk BOSS?

Kebijakan Menteri Pendidikan yang membolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk guru honorer maksimal 50 % mengundang banyak polemik. 

Di satu sisi seolah menggembirakan untuk kalangan pendidik, di sisi lain menunjukkan kerapuhan kebijakan yang sebelumnya dilontarkan oleh para pengelola negeri ini.

4. Alasan untuk Mengesahkan Omnibus Law

Omnibus Law masih menjadi permasalahan pelik di Indonesia. Draft mengenai Undang-Undang sapu jagat ini sempat tidak bisa diakses oleh siapapun. Draft Omnibus Law baru bisa diakses publik saat dibahas DPR. Tidak ada transparansi atas poin-pon apa saja yang dibahas dalam Omnibus Law “ujug-ujug” sudah dibahas saja oleh DPR. Menurut Presiden Joko Widodo, munculnya Omnibus Law ini bertujuan untuk menyederhanakan aturan-aturan yang menghalangi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Semuanya ditujukan kepada kecepatan dan efisiensi dalam perkembangan ekonomi. 

Mari kita berandai-andai jika Omnibus Law disahkan.

5. Perempuan Hamil Dilarang Kerja oleh Kemendikbud?

Lagi-lagi perempuan menjadi korban. Perempuan Indonesia masih menjadi korban kultural dan struktural. Tak kecuali dengan kebijakan yang dikeluarkan negara atau swasta.

Bukan berita aneh buruh pabrik, terkhusus perempuan, dipekerjakan dari pukul 07.30-21.00 WIB di kawasan Jabodetabek. Agak beruntung jika masuk hitungan lembur, tetapi tak sedikit yang hanya kejar target pabrik. Bukan hal yang asing buruh perempuan di pabrik-pabrik hanya mendapatkan waktu istirahat 30 menit untuk makan dan salat zuhur. Perempuan pegawai di negeri ini masih mengalami diskriminatif dan perlakukan gender yang tidak setara.

6. Dari Mitigasi Bencana sampai Antisipasi Pandemi Corona bagi Anak Usia Dini

Darurat wabah virus Corona sedang dihadapi dunia. WHO (World Health Organization) pun telah mengubah statusnya dari Public Health of International Concern menjadi Pandemi. Dengan penetapan itu, Indonesia pun responsif dengan upaya pencegahan dan penanggulangan. Beberapa kampus telah mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (e-learning). Setelah pemerintah kota Solo, DKI Jakarta pun mengambil kebijakan meliburkan sekolah selama 2 pekan.

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar