Tempat Tongkrongan Mahasiswa Kok Sepi, Ada Apa Nih?

  Senin, 30 Maret 2020   Netizen Fanny Nurlaisha
Suasana di salah satu tempat nongkrong mahasiswa di Tasikmalaya. (Dok. Fanny Nurlaisha)

AYOBANDUNG.COM – Di awal tahun 2020, seluruh dunia dihebohkan dengan munculnya virus corona Covid-19. Virus yang berasal dari kota Wuhan ini begitu cepat menyebar ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus positif  Covid-19 terus mengalami peningkatan setiap harinya. ”

Membenahi masalah penyebaran Covid-19 yang cukup menggoncangkan Indonesia, hampir seluruh kota mulai menerapkan social distancing atau menjaga jarak dari kerumunan massa guna memperlambat dan menghentikan angka penyebaran dalam waktu bersamaan.

Sejak pemerintah mengarahkan masyarakat Indonesia untuk melakukan kegiatan di rumah saja, mulai banyak orang terutama mahasiswa yang mengurangi intesitas nongkrong. Bahkan, beberapa tak luput memilih untuk tidak menongkrong sama sekali dan hanya berdiam diri di rumah.

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA:  Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

Tempat tongkrongan yang biasanya diminati oleh mahasiswa seperti kafe, restoran, dan bioskop pun kini menjadi sepi akibat dari social distancing.

2

Suasana tempat parkiran yang biasanya penuh di malam hari, Tasikmalaya.  (Dok. Fanny Nurlaisha)

Parkiran seluas kurang lebih 100 meter persegi di Jalan Komplek Plaza ini tak pernah sepi. Tidak ada waktu-waktu tertentu untuk orang berlalu-lalang. Siang, sore, bahkan malam pun semua sama. Sama-sama ramai dipadati oleh mahasiswa.

Saya berjalan kurang lebih 25 meter ke dalam dari pintu utama menuju tempat tongkrongan yang berada persis di samping toko kue dan toko cellular. 

Sabtu (21/3/2020) sore menjelang azan Magrib, ada seorang pria dan seorang perempuan sedang mengobrol asyik. Namanya Taufik dan Santi yang berprofesi sebagai cleaning service. Saya kemudian mendekati mereka untuk berbagi kisah terkait suasana yang sepi dan hening akibat dari social distancing.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: Nekat Resepsi Nikah di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

“Sebelum adanya kasus corona dan social distancing sih mahasiswa sangat membeludak, tidak seperti sekarang ini sepi. Waktu itu saya sempat berpikir kok sepi ada apa ya gak seperti biasanya. Apalagi kalau malam Minggu kan biasanya suka rame banyak yang nongkrong terus ditambah suka ada live music juga,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, setelah adanya Covid-19 dan dianjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah, tempat yang biasanya dipadati mahasiswa pun menjadi sepi seperti tak ada kehidupan di dalamnya. 

Tak hanya Taufik yang berbagi kisahnya kepada saya. Santi pun ikut nimbrung.

“Sebelum adanya corona hari-hari biasa juga suka rame. Sampai banyak yang gak kebagian tempat duduk saking penuhnya. Terus saya juga sampai kewalahan buat beresin meja sama beresin piring-piringnya. Kalo sekarang malah santai banget karena sepi,” ujar Santi.

AYO BACA:  Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

AYO BACA:  Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

Menanggapi tempat nongkrong yang sepi

Nongkrong adalah kata yang digemari oleh sebagian mahasiswa. Dengan menongkrong setidaknya dapat memperbaiki suasana hati yang suntuk akibat banyaknya tugas. Namun belakangan ini, karena merebaknya Covid-19 dan diharuskan untuk menjauhkan diri dari keramaian kata nongkrong tidak disenangin lagi oleh sebagian mahasiswa. Mereka lebih memilih untuk mematuhi peraturan yang diberikan oleh pemerintah yaitu self-isolated atau mengisolasi diri di rumah saja.

Selain berkuliah yang dilaksanakan tanpa tatap muka, nongkrong pun dapat dilakukan tanpa tatap muka. Hal ini dibenarkan oleh Rahmi Lestari, salah seorag mahasiswa Universitas Padjadjaran saat berbincang dengannya melalui via chat.

 “Saya setuju banget dengan kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan social distancing dan menyuruh agar kita tetap stay in home and do the work from home. Kita tahu penyebaran Covid-19 itu fast banget apalagi kita gak tau pas lagi nongkrong itu ada yang udah terjangkit atau belum. Lagian nongkrong gak harus tatap muka kok, makanya kenapa tempat nongkrong sekarang sepi,” tuturnya.

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

AYO BACA: Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

Menurut Rahmi, menongkrong tidak harus dilakukan dengan tatap muka. Ada baiknya sekarang menuruti apa kata pemerintah yaitu untuk tidak mendekati keramaian dan berdiam dirumah saja.

Tak hanya Rahmi yang memberikan sedikit pendapatnya terkait tempat tongkrongan yang sepi akibat dari social distancing. Ada pula Millah Resmiati salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedikit memberikan pendapatnya saat berbincang dengannya melalui via chat.

”Karena sekarang lagi musimnya Covid-19 dan diberlakukan juga social distancing. Jadi untuk menghindari terkenanya Covid-19 alangkah baiknya diam di rumah. Covid-19 kan mudah menyebar, kita juga gak tahu nih orang tersebut positif atau tidak kalo kita keukeuh buat nongkrong-nongkrongan. Apalagi anak muda bisa tidak ada gejalanya yang membuat itu semakin bahaya,” katanya.

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

Menurut penuturan Millah dengan adanya social distancing ini lebih baik dimanfaatkan dengan berdiam diri di rumah dan jangan menongkrong. Terutama di rumah ada orang tua yang umurnya sudah tidak muda lagi yang mana bila kita terkena Covid-19 orang tua pun akan tertular.

Kita mungkin saja dapat dinyatakan sembuh setelah diisolasi tetapi bagaimana dengan orang tua kita? Maka dari itu sayangilah mereka untuk tetap diam dirumah dan jangan menongkrong.

***

Fanny Nurlaisha, Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran.

Netizen : Fanny Nurlaisha
Fanny Nurlaisha, Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar