Mal di Kota Bandung Tutup Sementara, Ini Penjelasan APPBI Jabar

  Rabu, 25 Maret 2020   Vina Elvira
Suasana area food court Bandung Inda Plaza (BIP) yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020). (Ayobandung.com/Vina Elvira)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sehubungan dengan kebijakan pemerintah terkait dengan social distancing dan work from home, sejumlah mal di Kota Bandung mengalami penurunan pengunjung yang cukup drastis. Hal ini membuat pihak mal maupun toko di dalamnya mengalami kerugian yang cukup besar.

Atas dasar hal tersebut, beberapa mal besar di Kota Bandung memilih menutup sementara operasional mereka guna meminimalisir kerugian. Hal itu juga sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus corona.

"Penutupan mal itu dilakukan para pengusaha atau pemilik pusat belanja, itu intinya untuk menyukseskan edaran pemerintah terkait dengan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat (Jabar) Arman Hermawan kepada Ayobandung.com saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

"Kedua, dampak virus corona ini sendiri kan terhadap kunjungan mal-nya kan semakin turun drastis, maka dari pengusaha dan pemilik pusat belanja memutuskan untuk memberhentikan operasionalnya," tambah dia.

AYO BACA : Pandemi Corona, Mal PvJ Tutup Sementara 25 Maret dan Ciwalk 27 Maret

Arman menerangkan, penurunan pengunjung yang cukup drastis membuat biaya operasional mal dan toko semakin tinggi, tanpa ada pemasukkan yang sebanding.

"Biayanya akan semakin tinggi nanti bagi para toko, maupun bagi para mal-nya. jadi lebih baik ditutup dulu," terang Arman.

Pihak pengelola, tambahnya, tetap harus membayar sejumlah keperluan, antaranya gaji karyawan, pengelolaan vendor, dan fasilitas toko seperti listrik dan air. 

"Gaji karyawan, terus harus gaji yang lainnya yang terlibat dalam pengelolaan mal, vendor-vendor. Bayar listrik, bayar air, bayar gas dan sebagainya. Ini yang harus dipikirkan, karena otomatis jadi beban berat bagi para pengusaha mal maupun toko-tokonya," jelas Arman.

AYO BACA : Cegah Penyebaran Virus Corona, 3 Mal di Kota Bandung Tutup Sementara

Selain itu, tentunya pihak mal juga tidak mau mengambil risiko terjadi penyebaran virus corona di lingkungan mereka. Karenanya, langkah terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah menghentikan operasional mal untuk sementara.

"Mendukung itu, dan juga menjaga jangan sampai ada karyawan yang sakit juga. dan jangan sampai ada pengunjung juga yang kena," ujar dia.

Arman berharap operasional mal bisa segera kembali normal sebelum Ramadan tiba. Sehingga pengelola mal maupun toko bisa segera menutupi kerugian yang mereka alami.

"Berharap sih pertama semoga wabah ini cepat berlalu, kemudian semoga sebelum bulan puasa udah kembali normal. Sehingga mal-nya bisa beroperasi seperti biasa, pengunjungnya kembali normal. Bisa recovery-lah, omsetnya bisa kekejar kembali," ungkapnya.

Ke depannya, kata dia, mal lain di Kota Bandung akan mulai memberlakukan kebijakan serupa. "minggu depan mulai mal lainnya, bertahap. Karena kan masing-masing mal itu minta keputusan dari pusatnya dulu, nah mereka perlu approval dulu. Tapi pasti akan menyusul ke depannya," ujar Arman.

Sebelumnya, empat mal di Kota Bandung telah menghentikan operasional mereka untuk sementara. Keempat mal tersebut di antaranya Paris Van Java (PVJ), Miko Mall, Cihampelas Walk (Ciwalk), dan Kings Shopping Centre. 

AYO BACA : PD Pasar Pastikan Pasar Tradisional di Bandung Sehat dan Nyaman

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar