Diprediksi Harga Produk Anjlok, Indonesia Bakal Jadi Tujuan Ekspor Cina

  Jumat, 28 Februari 2020   Mildan Abdalloh
ilustrasi -- Warga menggunakan masker untuk menghindari penyebaran virus Corona China. (AP Photo)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Wabah Virus Corona di Cina diperkirakan berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Daya serap masyarakat 'Negeri Tirai Bambu' yang melemah akan membuat barang dari negara tersebut dikirim ke negara lain.

President Internasional Chambers of Commerce (ICC) Indonesia Ilham Habibie mengatakan, virus corona membuat ekonomi Cina ambruk sehingga pertumbuhan negaranya diperkirakan turun sekitar 1% dari sebelumnya 6,4%.

Karena itu, pihaknya memperkirakan Indonesia akan menjadi negara tujuan ekspor barang dari Cina. Terlebih hubungan perdagangan Indonesia dan Cina terjalin sangat erat.

AYO BACA : Kadin Kabupaten Bandung Lebih Khawatir Banjir daripada Wabah Corona

"Akibat wabah virus Corona menimbulkan konsekuensi untuk kita. Indonesia akan semakin dibanjiri produk impor dari Cina," ujarnya dalam diskusi Economic Outlook 2020 dalam acara Pelantikan Pengurus Kadin Kabupaten Bandung, Jumat (28/2/2020).

Dia menjelaskan, barang impor dari Cina di Indonesia akan semakin murah. Para pelaku usaha Cina memilih banting harga agar barang produksinya bisa diserap.

Menurut Ilham, fenomena tersebut bisa menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia sehingga pemerintah harus hati-hati dalam bersikap dan membuat kebijakan.

AYO BACA : Corona Bisa Berdampak Pada Krisis Ekonomi Global

Namun jika disikapi dengan bijak maka Indonesia bisa mengambil banyak manfaat dari semakin derasnya barang impor Cina.

"Tidak mungkin setop barang impor Cina karena bisa kena sanksi WTO. Karena itu diambil manfaatnya dan dicegah dampak negatifnya agar tidak terlalu parah," katanya.

Selain akibat virus Corona, dia menjelaskan ekonomi dunia juga dihadapkan perang dagang Cina dan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump masih menerapkan tarif tinggi bagi barang Cina yang masuk ke 'Negeri Paman Sam'.

Namun, kata Ilham, hal ini kurang berdampak terhadap Indonesia mengingat nilai ekspor yang masih minim. Selain itu, Indonesia juga masih mengandalkan konsumsi domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia masih aman karena masih mengandalkan konsumsi. Pasar domestik kita sangat besar," katanya.

AYO BACA : Umrah Tertunda, Jemaah Tak Akan Dibebani Biaya Tambahan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar