Kota Cimahi Baru Sanggup Reduksi 16% Sampah

  Senin, 24 Februari 2020   Tri Junari
Sampah di Kota Cimahi. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Cimahi baru sanggup mereduksi 16% produksi sampah dari 30% ketentuan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah dan Rumah Tangga.

Dalam ketentuan itu disebutkan jika persentasi sampah yang dibuang ke TPA maksimal 70% dan 30% harus direduksi sejak dari sumber dan dikelola di wilayah kabupaten/kota.

"Untuk saat ini di Kota Cimahi dari total buangan sampah 270,399 ton/hari yang tereduksi baru 16% dari target seharusnya 30%," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Mochammad Ronny, Senin (24/2/2020).

Ronny berharap sampah yang tereduksi di Kota Cimahi tanpa harus dibuang ke TPA tahun ini bisa meningkat hingga 20%. Untuk itu pihaknya terus berkampanye program Zero Waste.

Selain menyasar ke masyarakat, sekolah-sekolah juga menjadi target edukasi penanganan sampah sejak dari sumbernya. Seperti melalui gerakan siswa bertumbler dan membawa kotak makanan (misting) untuk mengurangi sampah plastik.

Hal tersebut terbilang cukup efektif karena dari pemantauan di 8 sekolah dengan 7.257 siswa, jumlah sampah yang bisa dikurangi mencapai 90,7 kilogram/hari.

Dari total produksi sampah, kontribusi sampah plastik sebesar 15,6% dan sampah lainnya 12,5%. Itu adalah sampah kemasan makanan dan minuman yang dihasilkan dari sekolah.

"Makanya gerakan membawa kotak makanan dan minuman dari rumah akan terus disosialisasikan agar ada pengurangan sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah," tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan data DLH Kota Cimahi, timbulan sampah tahun 2019 mencapai 270,399 ton/hari yang dihasilkan dari berbagai sumber.

Komposisinya terdiri dari sampah organik 50,6%, kertas 8,6%, plastik 15,6%, logam 3,1%, kain 5,3%, gelas kaca 3,0%, B3RT 1,4% dan sampah lainnya 12,5%. Dari total timbulan sampah itu, yang bisa tertangani hanya 259,757 ton atau 96,06%/hari, dan yang tidak tertangani 10,642 ton atau 3,94%.

Yang tertangani itu, kata dia, ada yang tereduksi dari sumber sebesar 37,077 ton atau 3,71%/hari, dan yang diangkut ke TPA sebanyak 222,68 ton/hari atau 82,35%. Selama ini, timbulan sampah yang tertangani diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

"Fokus kami adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPAS Sarimukti. Sebab, dari 96,06% sampah yang tertangani, persentasinya dominan masih dibuang ke Sarimukti," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar