Mengajar Sehari, Menginspirasi Selamanya

  Senin, 24 Februari 2020   Netizen Nurazizah Asfahani
Kelas Inspirasi Bandung 8 di SDN Embong. (Yandi)

AYOBANDUNG.COM -- Bagi sejumlah orang, mungkin Februari adalah Bulan Kasih Sayang. Saya mengungkapkan Februari 2020 ini adalah Bulan Inspirasi. Bulan yang sangat istimewa. Bagaimana tidak? Kelas Inspirasi Bandung yang ke-8 diselenggarakan. Proses pendaftaran peserta mulai dibuka dari tanggal 3 sampai dengan 31 Januari 2020. Untuk pengumaman relawan yang terpilih melalui surel pada tanggal 3 Februari 2020.

Semua informasi disebarkan melalui media sosial. Saya sangat bersyukur dan bangga karena salah satu dari yang lolos seleksi menjadi peserta relawan sebagai pengajar.

Pada hari Sabtu, 9 Februari 2020 yang cerah, sebanyak 457 relawan pengajar, termasuk relawan fotografer dan videografer yang terpilih dari 1000 peserta yang mendaftar. Terdapat pula 45 anggota TNI yang beruntung hadir menggaungkan ruang aula Gedung Sate, Jalan Diponogoro, No 22, Bandung.  Pada hari tersebut adalah briefing para peserta terpilih.

Kami yang hadir meneriakkan yel-yel dan tepuk-tepuk serta motto Kelas Inspirasi Bandung 8 ini. Berbagi Inspirasi dengan Cerita Profesi; Membangun Mimpi Anak Indonesia.

“Gedung Sate ini kokoh berdiri dari tahun 1920 sampai sekarang. Dibangun selain dengan dana yang jika dirupiahkan saat ini berkisar 45 Milyar Rupiah, juga dibangun dengan KEJUJURAN.”

Itulah kutipan sambutan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang disampaikan oleh Staf ahli Gubernur Jawa Barat, yaitu Bapak Dadi Iskandar. Pada kesempatan yang berbahagia ini, Beliau memberikan sambutan dan motivasi kepada peserta yang hadir sekaligus mengingatkan kepada kami selaku pendidik untuk selalu menanamkan dan mengajarkan tentang kejujuran kepada diri sendiri serta anak didik.

Empat moral positif yang harus kami tanamkan selaku relawan pengajar Kelas Inspirasi Bandung 8 kepada para peserta didik yaitu, Kerja keras, Jujur, Mandiri dan Pantang Menyerah.

2

Para Relawan Kelas Inspirasi Bandung 8 – Kelompok 23 (SDN Embong)

Kak Ibrahim Imaduddin Islam yang kerap disapa Kak Ibam selaku Ketua Pelaksana Kelas Inspirasi Bandung 8 juga menyampaikan arahan dan motivasi untuk para peserta relawan terpilih.

Panitia tidak memilih sembarangan peserta. Mereka memilih selain profesi yang dikerjakan, juga melihat motivasi yang diinginkan para peserta. Karena ada juga loch yang punya motivasi sekedar untuk konten di media sosial, Cuma ingin selfie atau foto-fotoan saja hehe.

Mendapatkan kenangan berupa foto itu bonus. Intinya niat yang utama adalah berbagi inspirasi sehari akan mengispirasi selamanya.. Aamiin. Lagipula di Kelas Inspirasi ini kan sudah ada relawan fotografer dan videografer jadi para relawan pengajar fokus mengajar saja. That’s why para relawan documenter ini berperan sangat penting dalam mengabadikan kegiatan Kelas Inspirasi.

Panitia juga melihat konten media sosial yang aktif dari para peserta. Mereka menilai layak kah postingan-postingan Instagram atau Facebook para peserta. Ada loh peserta sudah hampir lolos, dikarenakan Panitia melihat konten dari media sosial calon peserta tersebut yang kurang mendidik akhirnya tak tepilih. Itu kata Kak Ibam.

Para peserta relawan akan memberikan inspirasi kepada anak didik. Jadi harus paham DO dan DON’T dalam pelaksanaan Kelas Inspirasi ini. Selain itu sikap dan perilaku para relawan harus memberikan contoh yang baik sepanjang masa baik dari sebelum, saat maupun setelah pelaksanaan Kelas Inspirasi.  

"Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik."

Karena kegiatan Kelas Bandung yang sudah diadakan delapan kali ini sifatnya sukarela, maka semua yang mendaftar memiliki persamaan visi dan misi. Saya pun yakin, pertemuan dengan sesama relawan ini tidak ada yang kebetulan.

 Para peserta relawan baik pengajar dan dokumenter memberikan konstribusi berupa ilmu dan keterampilan yang dimiliki setiap peserta dengan tulus ikhlas demi anak-anak didik di sekolah yang dipilih panitia.

***

Sebanyak 31 Sekolah Dasar yang terpilih di seluruh pelosok Bandung, saya dan 20 rekan lainnya mendapatkan kesempatan di SDN Embong yang beralamat di Sumur Bandung.

Sungguh pengalaman yang luar biasa. Rekan pengajar dari kelompok kami ada yang berprofesi Bidan, Apoteker, Arsitek, Sertifikasi pesawat, Peneliti, Tutor Bahasa Inggris, Pegawai Bank, Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Kerennya lagi di kelompok kami ini semua profesi yang kami butuhkan ada. Tak kurang-kurang, kami memiliki dua relawan yang berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC) profesional yang sering memberikan pelatihan-pelatihan. Wow, keren. Saya pun sangat bangga berada di tengah-tengah mereka.

Hari Kelas Inspirasi pun tiba. Rabu, 19 Februari 2020 adalah hari yang sangat menggembirakan bagi para siswa-siswi SD di 30 sekolah yang terpilih menjadi Kelas Inspirasi Bandung 8, khususnya untuk seluruh siswa-siswi di SD Negeri Embong dan para relawan serta pendidik setempat.

3

Bersama siswa-siswi kelas 4 SDN Embong.

Sebanyak 227 siswa berbaur bersama dengan para guru dan relawan Kelas Inspirasi di lapangan yang tak terlalu luas dan sederhana. Saat nama relawan dipanggil satu persatu oleh MC dan backsound yang dibuat dari suara yel-yel siswa-siswi membuat perasaan haru semakin menjadi. Sebagian dari kami para relawan tak kuasa menahan haru karena bisa berada di tengah-tengah mereka.

45 menit waktu untuk para relawan pengajar memberikan motivasi dan inspirasi tentang cita-cita di tiap-tiap kelas yang telah disepakati bersama.  5 menit Bang istilah untuk mengawali kegiatan dengan ice breaking atau games, 30 menit inti kegiatan yaitu materi yang disampaikan sesuai profesi masing-masing. Pengajar dituntun untuk memberikan materi dengan gaya belajar yang menyenangkan yang melibatkan anak. Lima menit terakhir bagian penutupan, bisa dengan permainan atau refleksi dari materi lewat pertanyaan.

Setiap pengajar mendapat jatah 3 sampai 4 kelas. Sedangkan Saya mendapat 3 kelas. Bagi saya pribadi, sebenarnya 45 menit untuk berbagi inspirasi adalah waktu yang sangat sedikit. Apalagi jika waktu tersebut berkolaborasi dengan satu pengajar lainnya. Dengan waktu yang tersedia, para pengajar tetap semangat memotivasi mengajar sehari akan mengispirasi selamanya. Insyaallah.

Alhamdulillah, sejak lama berprofesi sebagai guru Anak Usia Dini, harapan ingin berbagi menjadi guru relawan terwujud pertama di Kelas Inspirasi Bandung.

Meski sudah lama mengajar masih ada rasa gugup bertemu dengan anak didik di Kelas Inspirasi. Dengan dukungan dan kolaborasi dari rekan-rekan relawan lainnya, diri ini semakin semangat dan percaya diri.

Di hari inspirasi, anak-anak SDN Embong lah yang banyak memberi Inspirasi dan pencerahan. Merakalah yang mengajarkan saya KEJUJURAN, bahwa setiap harapan, cita-cita dan impian perlu KEMANDIRIAN, KERJA KERAS dan tak ada kata PANTANG MENYERAH.

Sekitar 20 menit, ada waktu memberikan ikrar motivasi bahwa "Sebaik-baiknya hidup adalah yang memberi manfaat untuk orang lain."

3 amalan yang insyaallah pahala terus mengalir jika kita sudah berpulang ke Rahmatullah yaitu:
1. Amal jariyah

2. Ilmu yang bermanfaat, dan

3. Anak yang saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.

Kata-kata ini sempat tersampaikan kepada siswa-siswi di kelas. Semoga kata-kata tersebut bisa terus melekat di hati mereka saat ini dan nanti.

Saya bersyukur dan bahagia, hari spesial itu dipertemukan orang-orang hebat dan terima kasih kepada Kelas Inspirasi Bandung 8 hingga kami bisa berjumpa untuk saling menginspirasi. Sampai Jumpa di lain kesempatan.

Jauh-jauh dari Kota Tangerang untuk berbagi inspirasi kepada anak-anak di SDN Embong, semakin yakin bahwa berbagi sesuatu tanpa imbalan apapun itu sangat membahagiakan.  Dan seperti kata Kak Ibam saat briefing bahwa kesamaan itu menggerakkan dan ketulusan itu menular. Salam Inspirasi. Sehari Mengajar, Menginspirasi Selamanya.

Nurazizah Asfahani, Relawan Pengajar Kelas Inspirasi Bandung 8 SDN Embong Bandung.

Netizen : Nurazizah Asfahani

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar