Merasa Ditipu Dealer, Konsumen Mitsubishi Pajero Akan Lapor Polisi

  Kamis, 20 Februari 2020   Tri Junari
Dian Sri Hardianti (44 ) pemilik Mitsubishi Pajero dengan rangka berbeda, menunjukan surat pernyataan. (Ayobandung.com/Tri Junari)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM -- Dian Sri Hardianti (44) warga Parongpong RT 01 RW 11 Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana melaporkan dealer tempatnya membeli 1 unit Mitsubishi Pajero di Jalan Jenderal Achmad Yani Kota Bandung.

Pelaporan didasari kekecewaan Dian setelah membeli Mistsubishi Pajero Sport 2.4 L Dakar 4 x 2 8 AT Tahun 2017. 

Dia merasa tertipu karena nomor rangka pada fisik mobil Mitsubishi Pajero berbeda antara STNK dan BPKB.

Oleh karena itu, Dian menyatakan akan melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi. Langkah itu dilakukan karena hingga saat ini pihak dealer tidak juga menunjukan itikad baik mengganti kompensasi.

"Belum sempat lapor karena saya juga banyak kegiatan. Saya akan melapor polisi dan HLKI (Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia) karena dealer hingga kini tidak ada itikad baik," katanya saat dikonfirmasi Ayobandung.com, Kamis (20/2/2020).

AYO BACA : Nyicil Mitsubishi Pajero, Warga Parongpong Dapat Nomor Rangka Berbeda

Sebelumnya, tidak cocoknya nomor rangka mobil ini diketahui Dian saat akan memperpanjang STNK di Samsat. Hingga akhirnya surat-surat kendaraan itu tak lagi bisa diperpanjang.

“Nomor rangkanya tidak sesuai dengan STNK dan BPKB. Itu ketahuannya pada waktu saya mau gesek nomor mesin dan nomor rangka bulan November kemarin (tahun 2019)," ujar Dian.

Ketika Dian mempertanyakan persoalan tersebut kepada pihak dealer, jawabannya tidak memuaskan. Dealer hanya memberikan surat keterangan dari Direktorat Jendeal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor Ket-57/ KPU 01/BD.02/KR/2017 yang menyatakan ada perbedaan tentang nomor mesin tersebut.

Dian menyayangkan pihak dealer yang baru memberikan surat tersebut setelah melakukan komplain.

"Kenapa tidak sejak awal. Ini malah kita tahu sewaktu kita gesek. Ini kan mobil gres, bukan second. Kok bisa beda," tanya dia.

AYO BACA : Tanggapan HLKI soal Warga Parongpong yang Dirugikan Akibat Beli Mitsubishi Pajero

Tidak puas dengan keterangan dari pihak dealer di Jalan Achmad YaniKota Bandung. Dian kemudian bertemu pihak dealer pusat dan berjanji untuk mengganti unit baru Pajero keluaran tahun 2019.

Pada saat itu, dia yang merasa kecewa berat, akhirnya mengajukan kompensasi juga. Kompensasi yang dituntutnya ke dealer pusat Mistubishi yang berada di Jakarta itu sebesar Rp300 juta. 

Akan tetapi, pihak dealer Bandung hanya mengganti dengan satu unit pajero tahun 2019. Dengan sisa cicilan 6 kali lagi sebesar Rp15 juta per bulan dibayarkan dealer Bandung.

“Itu artinya tidak ada kompensasi dong, itu sama dengan tukar tambah,” katanya.

Lebih kesalnya lagi, kata Dian, ternyata pembayaran ke leasing dari pihak dealer telat. Dia mengaku kaget karena pihak leasing melakukan penagihan dianggap menunggak.

"Saya sempat ngamuk karena mereka mengabaikan cicilan itu. Padahal saya tidak pernah telat bayar karena menyangkut kredibilitas ke pihak leasing. Baru kemarin (29/1/2020) dilunasi mereka (dealer),” ujar Dian.

AYO BACA : Ini Alasan Mitsubishi Boyong Mobil Adventure ke Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar