Jabar Tak Akan Karantina Warganya yang Dipulangkan dari Natuna

  Jumat, 14 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau. (Antara)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Selepas dikarantina dan diobservasi di Pulau Natuna, sebanyak 9 orang warga Jawa Barat bersama satu WNA dinyatakan bebas virus Corona (Covid-19) diperbolehkan pulang ke tempat asala. Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mempersiapkan kepulangan dan penjemputan kesembilan orang tersebut yang rencananya dilakukan pada Sabtu (15/2/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani mengatakan kesembilan orang tersebut akan dipulangkan dari Natuna ke Bandara Halim Perdanakusuma. Setelah itu dilakukan penjemputan olah pemerintah daerah masing-masing.

AYO BACA : Bebas dari Corona, WNI di Natuna Akan Dipulangkan ke Rumah Besok

"Rencananya dipulangkan ke Jabar besok. Ketika sampai di Halim, Menkes serahkan WNI ke pemda masing-masing. Sementara ini teknisnya pemulangan langsung ditangani menlu (Kementerian Luar Negeri) bekerjasama dengan imigrasi,” ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/2/2020).

Berli mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Jabar tak akan melakukan karantina ulang bagi para warga Jabar yang akan dijemput tersebut. Pasalnya, prosedur pemeriksaan yang telah dilalukan di Natuna dinilai telah memadai.

AYO BACA : Pemprov Pastikan Keselamatan 13 Warga Jabar Dikarantina di Natuna

Meski demikian, pihak Kementrian Kesehatan disebut telah memerintahkan setiap pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan terhadap warganya selama beberapa minggu ke depan. Berli menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap warga Jabar yang telah selesai dikarantina tersebut.

“Yang dari Natuna ini yang lebih terjamin (hasil kesehatannya). Nanti kita hanya menerima di Halim, setelah itu pulang ke daerah masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersyukur mendapati kabar bahwa seluruh warganya dinyatakan negatif Covid-19. Dia juga mengatakan tidak akan memberi pendampingan khusus bagi kesembilan warga tersebut, namun fasilitas kewaspadaan tetap disiagakan.

“Mereka kan sudah gede-gede, gausah pendampingan. Tapi kita monitor juga jangan-jangan setelah pulang (dari Natuna) ada gejala,” katanya.

AYO BACA : Tak Terjangkit Corona, WNI di Natuna Dipulangkan 15 Februari

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar