Kenapa Manusia Perlu Pindah dari Bumi?

  Jumat, 14 Februari 2020   Netizen Djoko Subinarto
[Ilustrasi] Bumi. (Pixabay)

AYOBANDUNG.COM – Suatu saat, manusia barangkali harus meninggalkan Bumi dan bermukim di planet lain. Apakah ini cuma sebuah ilusi?

Bumi yang kita huni saat ini semakin beranjak tua. Seiring bertambahnya usia Bumi, sangat boleh jadi Bumi akan semakin sakit-sakitan. Ibarat orang yang kian uzur, ia cenderung rentan digerogoti makin banyak penyakit. Jika bumi bertambah sakit, alamat semakin kurang layak untuk kita tinggali.

Jumlah penduduk bumi sendiri terus meningkat. Untuk bisa survive, manusia perlu air dan makanan. Semakin bertambahnya penduduk Bumi, semakin berat pula beban lingkungan yang ditanggung Bumi. Kebutuhan air, makanan dan juga energi akan semakin melonjak, sementara sumber-sumber daya alam yang ada di Bumi bakal semakin menipis dan suatu saat bakal benar-benar habis.

Sebagian ilmuwan memprediksi, ribuan tahun mendatang, Bumi akan teramat panas untuk ditinggali. Saking panasnya, air laut akan mendidih. Fakta bahwa Bumi kian panas memang tak bisa dimungkiri. Perubahaan iklim dengan pemanasan globalnya menjadi salah satu ancaman serius bagi Bumi kita.

Akibat perubahan iklim, semakin banyak kawasan di Bumi menjadi rawan bencana. Banjir dan longsor kian mudah menerjang. Pesisir makin mudah tenggelam. Pada saat yang sama, kemarau panjang, kekurangan air bersih, kegagalan panen akibat anomali cuaca, maupun merebaknya wabah penyakit menular semakin sering pula terjadi.

Mempertimbangkan sejumlah risiko buruk yang bakal dihdapi Bumi di masa depan, kita mungkin sudah waktunya mulai lebih serius memikirkan koloni yang layak kita tinggali di luar Bumi.

National Space Society (NSS), lembaga independen dan nirlaba, yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, misalnya, sejak akhir tahun 1980-an, mulai getol mengkaji dan menjajaki kemungkinan mendirikan koloni bagi manusia di luar angkasa. Para anggota NSS yakin suatu saat nanti manusia bakal pindah dari Bumi ke planet lain.

Tapi, kemana? Ke Mars, ke Jupiter, ke Venus atau ke Neptunus? Lantas, kapan pindahnya? Itulah pertanyaan besarnya.

Salah satu hasil kajian National Aeronautics and Space Administration (NASA) di tahun 2000 menyebut bahwa manusia bisa membangun koloni beberapa kaki jaraknya di bawah permukaan Bulan. Menurut NASA, di sanalah kita bisa membangun peradaban baru.

Kajian NASA itu sejalan dengan laporan NSS yang bertajuk Roadmap to Space Setttlement, dirilis tahun 2008, yang juga menyebutkan bahwa Bulan, sebagai satelit alami Bumi, kemungkinan besar layak untuk kita huni.

Selain Bulan, terdapat sejumlah planet yang diyakini layak huni. Dari ribuan Planet, menurut NASA, ada sekurangnya 20 planet yang potensial dijadikan koloni manusia di masa depan. Planet tersebut di antaranya adalah Kepler-186 f, Kepler-62 f, Kepler-283 c, dan Kepler-296 f.

Sejauh ini, kita semua memang masih setia menjadi penghuni Bumi. Tapi, ratusan ribu tahun mendatang, mungkin saja para generasi penerus kita sudah benar-benar meninggalkan Bumi. Mereka bermukim di planet-planet lain dengan peradaban yang lebih mutakhir.

Cuma, apakah nanti mereka masih menerapkan konsep negara bangsa (nation state) seperti kita sekarang ini? Apakah mereka masih memerlukan KTP, visa maupun paspor?

Jawaban pastinya baru bisa kita dapatkan ratusan ribu tahun mendatang. Oh!

Netizen : Djoko Subinarto

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar