25 Kasus DBD Ditemukan di Indramayu, Warga Diminta Waspada

  Jumat, 14 Februari 2020   Erika Lia
Ilustrasi fogging. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya 25 kasus demam berdarah terjadi di Kabupaten Indramayu sepanjang Januari 2020.

Menghadapi cuaca saat ini, otoritas setempat meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang disebabkan virus dengue dengan penyebarannya nyamuk Aedes Aegypti itu.

"Januari 2020 tidak ada korban yang meninggal akibat demam berdarah," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara, Kamis (13/2/2020).

Dia menyebutkan, hujan yang tak menentu dan kerap diiringi pula cuaca cerah yang panas saat ini berpotensi menimbulkan genangan air dan menjadi sarang bertelurnya nyamuk Aedes Aegypti.

Masyarakat diingatkan rajin memberantas sarang nyamuk dengan gerakan 3M Plus, yakni mengubur, menguras, dan menutup tempat penampungan air, ditambah pembubuhan bubuk abate.

"Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lebih efektif daripada fogging," ujarnya.

Menurutnya, fogging hanya bisa membasmi nyamuk dewasa. Di sisi lain, larva nyamuk tak bisa mati dan akan terus melanjutkan siklus demam berdarah.

Selain itu, imbuhnya, fogging sama artinya dengan menyemprotkan polutan ke lingkungan. Tindakan ini bisa jadi masalah kesehatan lingkungan bagi masyarakat.

Jumlah kasus demam berdarah pada Januari 2020 sendiri diketahui menurun dibanding Januari 2019. Tahun lalu, tercatat 28 kasus.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar