Kabupaten Bandung Kebanjiran, Pabrik Pengolahan Limbah Diminta Berhenti Operasi

  Jumat, 24 Januari 2020   Mildan Abdalloh
IPAL Terpadu PT MCAB terendam banjir. (youtube)

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM -- Banjir yang menggenang Kecamatan Dayeuhkolot membuat perusahaan pengolah limbah, PT MCAB (Mitra Citarum Air Biru) turut terendam.

Pantauan, air memenuhi hampir seluruh bangunan PT MCAB sampai hampir ke jalan.

Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Purwadi mengatakan, PT MCAB tergenang pada Jumat (24/1/2020) pagi saat banjir menggenang kawasan Dayeuhkolot.

"Iya, genangan dari banjir. Air mulai naik tadi pagi," tutur Purwadi melalui sambungan telepon.

Air sungai citarum yang meluap, menyebabkan sungai Cisuminta yang berlokasi tepat di pinggir PT MCAB turut meluap dan memenuhi perusahaan pengolah limbah tersebut.

AYO BACA : PT MCAB Bantah Saluran Limbah Miliknya Ditutup Paksa

"(MCAB) posisinya rendah, kalau banjir begini ya sudah," ujarnya.

Karena pabrik pengolah limbah terendam air, akibatnya proses pengolahan limbah juga terhenti.

"Saya sudah kirim surat supaya berhenti operasional," ujarnya.

Selain itu, Sektor 7 Satgas Citarum Harum juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung supaya mengirim surat kepada pelanggan PT MCAB untuk tidak beroperasi.

"Yang langganan mengolah limbah di MCAB harus berhenti dulu operasi," katanya.

AYO BACA : Aset IPAL Cisirung Resmi Milik Pemkab Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar