Kawah Tertua di Dunia Ditemukan di Australia, Ini Penampakannya

  Jumat, 24 Januari 2020
Penampakan Kawah Tertua di Bumi. (BBC/Timmons Erickson)

YARRABUBBA, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah kawah yang terbentuk akibat hantaman asteroid ke Bumi termasuk banyak. Meski begitu, hanya ada satu kawah tertua.

Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menemukan kawah yang terletak di Yarrabubba, Australia Barat, sebagai kawah tertua di bumi yang terjadi akibat hantaman asteroid.

Menurut laporan BBC pada Kamis (23/1/2020), asteroid menghantam wilayah itu sekitar 2,2 miliar tahun silam, sekaligus membuat umur kawah sekitar separuh usia bumi. 

Kesimpulan diambil setelah mereka meneliti mineral yang ditemukan pada bebatuan di situs tersebut. Pun demikian, kawah ini sebenarnya sudah ditemukan pada tahun 1979 silam, tapi belum pernah dianalisis seberapa tua.

98225-penampakan-kawah-tertua-di-bumi

Penampakan Kawah Tertua di Bumi. (BBC/Curtin University)

Karena erosi selama miliaran tahun, kawah tak terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, ilmuwan melakukan pemetaan khusus dan menentukan bahwa diameternya sekitar 70 kilometer.

"Lanskapnya sebenarnya sangat datar karena sudah begitu tua, tapi bebatuannya istimewa," ungkap peneliti dari Curtin Universirty, Profesor Chris Kirkland.

"Kami tidak memperkirakan umurnya sudah setua itu. Sangat mungkin ada kawah lebih tua di luar sana, menunggu untuk ditemukan, tapi kesulitannya adalah menemukan keraknya sebelum kena erosi," imbuhnya.

Saat asteroid menghantam, bumi saat itu diyakini hampir sepenuhnya dilapisi es. Hal ini diketahui setelah ilmuwan menggunakan komputer untuk mengkalkulasi bahwa asteroid menghantam es setebal satu kilometer.

Bersamaan dengan hantaman asteroid tersebut, uap air terlepas ke atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya, bumi pun menghangat dalam masa Proterozoic, tahap yang disebut-sebut sebagai periode oksigen baru muncul di atmosfer yang menjadi cikal bakal kehidupan saat ini.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar