Solusi Permasalah Sampah dari Mahasiswa KKN UPI di Desa Sayati

  Senin, 20 Januari 2020   Netizen Salma Khairunnisa
Mahasiswa KKN UPI kelompok 2 di Desa Sayati mengajak siswa-siswi Sekolah Dasar Pasawahan 02 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, ikut serta menjaga lingkungan dengan membuat ecobrick. (Salma Khairunnisa)

AYOBANDUNG.COM -- Mahasiswa KKN UPI kelompok 2 di Desa Sayati mengajak siswa-siswi Sekolah Dasar Pasawahan 02 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, ikut serta menjaga lingkungan dengan membuat ecobrick atau biasa disebut batu bata ramah lingkungan.

Keresahan masyarakat akibat sampah yang semakin menumpuk di lingkungan sekitar RW 10 Desa Sayati menjadi salah satu faktor utama mahasiswa KKN UPI kelompok 2 membantu masyarakat dalam mencari solusi permasalahan sampah ini.

AYO BACA : Uniknya Pernikahan dengan Konsep Green Wedding

M Hilman Fauzi selaku ketua dari kelompok 2 KKN Desa Sayati menyatakan, pembuatan ecobrick dapat menjadi solusi jika dilakukan bersama-sama dan mendapat kontribusi nyata dari warga sekitar.

Maka dari itu, Hilman dan teman-temannya mengajak siswa-siswi di Sekolah Dasar Pasawahan 02 ikut serta dalam pembuatan ecobrick.

AYO BACA : Saatnya Zero Waste Lifestyle atau Bumi Makin Tidak Layak Huni

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai ecobrick yang dilakukan mahasiswa kepada siswa-siswi di sekolah. Sosialisasi tersebut menjelaskan tentang apa saja yang dibutuhkan, sekaligus langkah-langkah untuk membuat ecobrick.

Kemudian, setiap siswa Sekolah Dasar Pasawahan 02 ditugaskan membuat minimal dua ecobrick yang nantinya dikumpulkan. Rencananya, ecobrick tersebut akan dibuat menjadi faslitas yang dapat berguna bagi Sekolah Dasar Pasawahan 02.

Selain ecobrick, mahasiswa KKN UPI kelompok 2 Desa Sayati juga telah melakukan program kerja yang lain, seperti mengajar ke PAUD, sosialisasi mengenai cuci tangan, dan sikat gigi yang baik dan benar.

Selain itu mahasiswa telah melaksanakan pembuatan LCO atau Lubang Cerdas Organik di Desa Sayati RW 10, yang berfungsi untuk memberikan tempat resapan air di lokasi yang mudah tergenang air ketika hujan deras.

*Salma Khairunnisa, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.

AYO BACA : Toko Organis Bandung, Warung Isi Ulang Ramah Lingkungan

Netizen : Salma Khairunnisa

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar