Pemkot Depok Janji Santuni Kematian Warganya karena Kecelakaan di Subang

  Minggu, 19 Januari 2020
Wali Kota Depok M Idris melaksanakan salat jenazah untuk tujuh korban tewas kecelakaanSubang yang disemahyamkan di Masjid Assobariyah Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, pada Minggu (19/1/2020). (Suara.com/Supriyadi)

DEPOK, AYOBANDUNG.COM -- Tujuh orang warga Kota Depok yang meninggal karena kecelakaan bus di daerah Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu (18/1/2020) telah dibawa ke kota asalnya lagi.

Adapun rincian ketujuh orang itu antara lain, enam korban meninggal dunia merupakan warga Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung dan satu orang merupakan warga Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Dari informasi yang diperoleh, korban dari Kota Depok merupakan kader Posyandu. Ketujuh jenazah warga Kota Depok tiba sekira pukul 09.00 WIB pada Minggu (19/1/2020) pagi dan langsung disalatkan di Masjid Assobariyah Kelurahan Bojong Pondok Terong.

Usai Salat Jenazah, jenazah korban kecelakaan bus tersebut langsung diserah terimakan kepada pihak para keluarga untuk dimakamkan. Saat serah terima jenazah korban kecelakaan, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa kader Posyandu Kota Depok.

AYO BACA : Pemkab Depok Evakuasi Warganya dari Kecelakaan di Ciater Subang

"Kami berduka atas kejadian ini dan berharap kepada Allah Swt meninggal dalam khusnul khotimah," ucap Idris sebelum melaksanakan salat jenazah.

Idris juga mengucapkan banyak terima kasih kepada kader korban Posyandu yang sudah memberikan manfaat bagi orang banyak.

"Jasa sosial mereka sangat banyak manfaat bagi Depok. Kami sangat berduka atas kejadian ini, " ucap Idris.

Idris berjanji akan proaktif untuk mengurus surat-surat membantu pihak keluarga dan pemerintah akan memberikan dana kematian.

AYO BACA : Korban Kecelakaan Ciater Subang Bertambah

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan, untuk korban meninggal dunia diberikan santunan kematian sebesar Rp2 juta.

"Kalau luka berat Rp1,5 juta dan luka ringan Rp1 juta. Semua dari Pemerintah (Kota Depok)," katanya.

Sementara Jasa Raharja juga memberikan santunan sebesar Rp50 juta untuk korban meninggal sedangkan mereka yang luka-luka diberikan biaya perawatan maksimal Rp20 juta.

"Kami juga akan dorong PMI untuk bisa mengeluarkan santunan untuk korban meninggal hari ini juga sementara yang luka-luka semuanya biaya akan ditanggung," tutur Pradi.

"Ya, tadi jenazah sudah diserahkan secara langsung oleh Wali Kota kepada pihak keluarga," papar Pradi.

Pradi mengucapkan terima kasihnya kepada pihak yakni dinas terkait yang sudah memberikan penanganan maksimal pasca kecelakaan.

AYO BACA : Kecelakaan Bus di Ciater Diduga Akibat Rem Blomg

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar