Kondisi Kendaraan Sulitkan Pengusaha Angkot Daftar Online

  Selasa, 14 Januari 2020   Mildan Abdalloh
Keberadaan angkot online Kabupaten Bandung belum membuat pengusaha atau sopir angkot tertarik menggunakan aplikasinya. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Keberadaan angkot online Kabupaten Bandung belum membuat pengusaha atau sopir angkot tertarik menggunakan aplikasinya.

Tedi Gunawan, salah seorang sopir angkot jurusan Soreang-Banjaran, mengatakan, pada dasarnya sopir angkot jurusan tersebut bersedia saja apabila harus daftar angkot online.

Namun banyak hambatan yang membuat mereka berpikir ulang mengikuti langkah beberapa rekannya.

AYO BACA : Angkot Online Kabupaten Bandung Ditanggapi Dingin Sopir

"Penumpangnya masih jarang. Memang katanya diberi subsidi, tapi ke depannya gimana?" ujar Tedi, Selasa (14/1/2020).

Dia menjelaskan, angkot online akan memiliki biaya produksi lebih tinggi. Hal tersebut karena angkot online harus terus bergerak walaupun dalam keadaan kosong. Berbeda dengan angkot offline yang bisa ngetem lama sambil menunggu mobil penuh.

Kondisi tersebut akan membuat biaya BBM membengkak.

AYO BACA : Mengenal Cara Kerja Angkot Online Soreang-Banjaran

Selain itu, kata Tedi, sebagian besar angkot jurusan Soreang-Banjaran berusia tua. Karena itu, mobil akan rentan rusak jika harus terus bergerak pulang-pergi Soreang-Banjaran.

"Bisa cepat mogok. Mobilnya sudah pada tua," ujar Tedi yang diiyakan oleh teman-temannya.

Pihak pengelola angkot online juga mengharuskan angkot yang daftar dalam keadaan prima sehingga para pemilik maupun sopir pesimistis akan diterima.

"Kalau sudah banyak pengguna aplikasinya, sebenarnya mau saja daftar. Tapi kondisi mobilnya juga begini," tuturnya.

AYO BACA : Ini Syarat Daftar Angkot Online Kabupaten Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar