Psikolog: Pemicu Perilaku Psikopat Bisa Dilacak dari Masa Lalunya

  Rabu, 08 Januari 2020
[Ilustrasi] Tumbuh kembang psikopatologi atau penyakit mental dalam diri seseorang dapat dilacak dengan mengetahui rekam jejak masa lalunya. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM — Psikolog dari Universitas Gaja Mada, Bagus Riyono, mengatakan tumbuh kembang psikopatologi atau penyakit mental dalam diri seseorang dapat dilacak dengan mengetahui rekam jejak masa lalunya.

“Kapan tumbuh psikopatologi itu bisa dilacak ke masa lalu dan Itu juga tidak langsung berat itu. Tapi pertama itu sedikit demi sedikit. Mungkin ilustrasinya bisa dilihat dari film Joker, awalnya dia masih takut-takut, tapi lama kelamaan dia menikmati mencelakakan orang,” ujar Bagus, dikutip dari Republika.co.id, Rabu (8/1/2020).

Bagus melanjutkan, pada mulanya seseorang ketika melakukan perbuatan yang salah, hati nuraninya akan memberikan sinyal. Namun jika hal tersebut terus dilakukan secara berulang, maka lama kelamaan, rasa ketakutan dan rasa bersalah akan hilang.

AYO BACA : 8 Tanda Kamu Seorang Psikopat

“Awalnya hati nuraninya masih ada getaran tapi lama-kelamaan semakin hilang semakin hilang, atau empatinya hilang. Empati itu adalah getaran dalam hatinya ketika merasa perasan orang lain,” ujar Bagus.

Begitu juga dengan yang alami oleh Reynhard Sinaga. Menurutnya ada pemicu bagaimana kemudian laki-laki 36 tahun tersebut menjadi seorang psikopat dan predator perkosaan.

“Pemicunya bisa macam-macam, kita harus melacak masa lalunya ya. Dia mungkin kesepian, antisosial lalu perasaan empatinya hilang, lalu dia menjadi psikopat. Merasa bangga dengan kemampuannya melakukan sesuatu melukai orang lain (menurutnya) itu bukan sesuatu yang salah, dia menikmati aja,” ujar Bagus.

AYO BACA : Psikolog Sebut Perilaku Reynhard Sinaga Tergolong Psikopat

Namun, Bagus tidak mengomentari lebih jauh apa yang menjadi pemicu Reynhard menjadi psikopat. Menurutnya dibutuhkan penyidikan menyeluruh untuk mengetahui pemicunya.

Termasuk saat ditanyakan apakah ada kemungkinan Reynhard merupakan korban pelecehan seksual di masa lalu, sehingga kemudian Reynhard melakukan hal serupa kepada 195 laki-laki Inggris. “Kalau beberapa kasus memang seperti itu, tapi tidak separah ini,” ujar Bagus.

Bagus menambahkan, jika ia adalah korban sodomi masa lalu maka perilaku Reynhard mungkin condong ke bergesernya orientasi seksual pada sesama jenis. Namun apa yang tekah dilakukan Reynhard ini menurut Bagus jauh lebih mengerikan.

“Kalau ini bukan sekadar orientasi seksual, ini sudah sangat mengerikan. Kejahatan luar biasa kalau dalam istilah hukum di AS, karena dia melakukan perencanaan dan sebagainya,” ujarnya.

AYO BACA : Ini 11 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar