Kerugian Banjir Bandang KBB Capai Rp8 Miliar

  Selasa, 07 Januari 2020   Tri Junari
BPBD KBB memeriksa kondisi sungai sebagai salah satu upaya mencegah banjir bandang kembali terulang. (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Akibat banyaknya kerusakan yang ditimbulkan dari bencana banjir bandang di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat kerugian uang ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Angka tersebut meliputi kerugian akibat rusaknya infrastruktur jalan, tanggul penahan air, kendaraan, perabotan rumah tangga, hingga ratusan rumah warga baik yang terendam ataupun dindingnya jebol.

"Untuk penghitungan jumlah kerugian masih berjalan, namun diperkirakan mencapai sekitar Rp8 miliar," kata Kepala BPBD KBB Duddy Prabowo saat mendampingi Bupati Aa Umbara Sutisna meninjau dampak kerusakan banjir bandang di Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (7/1/2020).

Duddy menyebutkan, banjir bandang yang terjadi di akhir tahun lalu itu memang berdampak kerusakan yang cukup besar. Walaupun tidak ada korban jiwa namun jumlah total warga yang terdampak bencana ini mencapai 1.529 jiwa.

Terdiri dari 462 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di dua kecamatan yakni Padalarang dan Ngamprah. Sementara total lokasi bencana di dua kecamatan tersebut mencapai 11 titik.

AYO BACA : Ditengok Hengki Kurniawan, Emak-Emak Korban Banjir Bandang Ngamuk

Sejauh ini dari data petugasnya di lapangan yang melakukan inventarisasi kerusakan, yang sudah hampir selesai adalah penghitungan kerugian di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang. Untuk kerugian akibat kerusakan bangunan dan rumah mencapai Rp1,9 miliar.

Kerusakan rumah 10 unit, warung sembako 10, perabotan isi rumah di 77 kepala keluarga (KK), dan satu home industry. Sementara kerusakan infrastruktur tanggul dan TPT besaran kerugian Rp150 juta.

"Pehitungan kerugian akibat bencana di Desa Cipeundeuy sudah hampir selesai. Sedangkan untuk penghitungan kerugian di Desa Margajaya dan Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, masih dihitung," ujar dia.

Duddy menuturkan, banjir bandang yang terjadi di Desa Margajaya dan Desa Cipeundeuy, salah satunya akibat jebolnya tanggul Kali Cihaur. Panjang tanggul Kali Cihaur mencapai 150 meter dengan ketinggian sekitar 1 meter dan jebol atau ambrol di beberapa titik berbeda.

Untuk itu pihaknya segera merespons intruksi bupati untuk membuat tanggul Kali Cihaur yang lebih kokoh dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR KBB, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

"Supaya tidak terjadi banjir serupa salah satu opsinya membangun tanggul yang lebih kuat dan tingginya juga dinaikan dari sekarang 1 meter menjadi 2 meter," katanya.

AYO BACA : 1.529 Warga Bandung Barat Terdampak Banjir Bandang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar