Non Kitchen & Coffee, Kafe Cozy untuk Milenial

  Rabu, 01 Januari 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Aneka menu makanan dan minuman di Non Kitchen & Coffee. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

CIBEUNYING KIDUL, AYOBANDUNG.COM -- Bandung memang terkenal sebagai kota kembang dan kotanya anak muda. Di balik susana dan pemandangannya yang terkenal sejuk, kota yang dijuluki Paris van java ini juga memiliki sederet kafe atau tempat nongkrong yang menjadi destinasi utama anak muda hingga pelancong.

Maklum, udara sejuk serta pemandangan yang asri selalu berhasil memanjakan dan membuat para wisatawan rindu dan cepat ingin kembali. Terlebih para kaum milenial menjadikan kafe sebagai tempat nongkrong baru bersama sahabat.

Apalagi momen berkumpul bersama teman di kafe merupakan sebuah budaya baru akhir-akhir ini. Tak heran banyak kafe baru bermunculan bak jamur yang mengikuti tren masa kini. Salah satunya, Non Kitchen & Coffee.

Owner Non Kitchen & Coffee, Avriel seilamonry menyampaikan, mengusung desain interior klasik dengan sentuhan modern, Non Kitchen & Coffee wajib jadi salah satu kafe pilihan milenial. Selain tempatnya yang cozy, cita rasa dari makanan yang ditawarkan dari kafe yang terletak di Jalan ahmad Yani nomor 2, Kota Bandung ini juga mengusung rasa otentik khas Bandung.

AYO BACA : Blockchain Cafe & Resto, Tempat Asyik Buat Nongkrong

"Konsep kafe ini lebih klasik tapi ada sentuhan modern juga. Ada fasilitas karaoke juga karena saya juga hobi nyanyi. Tapi dibuka buat pengunjung juga. Mungkin, paling kita batas minimum transaksi Rp200.000, dan maksimal dua jam menggunakan fasilitas karaoke ini," ujar Avriel, Rabu (1/1/2020).

Di sisi lain, Avriel mengakui, nama Non Kitchen & Coffee ini sedianta berasal dari 'Non' yang merupakan panggilan kecil Avriel dari keluarga. Bungsu dari lima bersaudar itu pun mengaku, dibuatnya Non Kitchen & Coffee ini bertujuan untuk meramaikan dunia kuliner yang menjadi ciri khas Kota Bandung yang dikenal dengan kota kuliner. Terlebih bisa menjadi tempat yang dituju oleh para pemburu kuliner.

"Inspirasi milih nama Non ini karena itu panggilan saya dari keluarga sejak kecil. Saya basic pendidikan sih jurusan Hukum, S1-S2. Tapi ini ide sendiri, karya sendiri, karena saya senang bereksperimen. Dari segi hal apapun saya pengin dibedain termasuk dalam usaha di bidang kuliner ini makanya dari penyajian dan rasa juga beda," katanya.

Sementara itu, Avriel mengakui, sedianya dirinya telah merambah bisnis kafe sejak enam tahun yang lalu, tapi karena sempat beralih ke bisnis dunia kecantikan, maka usaha itu terhenti. Namun dengan maraknya para pelaku kuliner di Kota Bandung belakangan ini, mendorong Avriel untuk kembali membuka cafe-nya.

AYO BACA : Tjarani, Kafe Pertama Berkonsep Memphis dan Futuristik di Bandung

"Sebelumnya juga buka bisnis kuliner enam tahun lalu. Sempat merambah dunia kecantikan juga tapi berhenti. Akhirnya karena keluarga semua berkecimpung di kuliner jadi pilih industri kuliner apalagai Bandung terkenal dengan wisata kulinernya," katanya.

Alhasil, dengan mengusung nama baru Non Kitchen & Coffee, beberapa menu yang ditawarkan ditujukan untuk pasar kalangan pelajar dan mahasiswa. Apalagi dengan varian menu dan harga yang sangat terjangkau memungkinkan milenial dapat hang out di kafe ini.

"Target kita memang milenial. Apalagi kita nyediain harganya juga sesuai dengan kantong mahasiswa dan pelajar. Karena untuk keseluruhan harga menu di sini dari Rp15.000- Rp50.000. Walau low budget tapi menyajikan makanan yang bisa diterima remaja dan pelajar. Menu juga dari nusantara sampai western ada. Total ada 30-40 menu," tuturnya.

Avriel menyampaikan, ada beberapa menu yang menjadi andalan di Non Kitchen & Coffee, di antaranya Mariam mercedes (Rp15.000), Ayam Noni Geprek Gibrig Mozarella (Rp 27.000-30.000), Salmon Grill Noni (mulai Rp50.000), Ice cream marshmallow (Rp20.000), hingga Salad buah (Rp 25.000). Untuk jam operasional, kafe yang bisa menampung 100 penunjung ini beroperasi setiap hari dari pukul 11:00 -23:00 WIB. 

Sementara itu, untuk area parkir Non Kitchen & Coffee ada bebera alternatif. Untuk kendaraan roda dua bisa diparkir di area kafe, sedangkan untuk kendaraan roda empat bisa diparkir di seberang kafe atau di Taman Lilin yang tidak jauh dari lokasi kafe.

"Kalau parkir motor bisa di bawah (are parkir). Kalau mobil bisa di seberang, di Taman Lilin juga bisa, tinggal jalan kaki sedikit karena di situ lebih luas parkirannya," ujarnya.

AYO BACA : Bersantap dengan Rasa Nusantara di Kembang Tjengkeh

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar