Menjadi Agen Perubahan bersama Mahabharata Ing Internet

  Selasa, 03 Desember 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen Theresa Karlianti
Penyuluhan di SMA Sang Timur Yogyakarta. (Netizen/Erikha Yustiana)

“Dulu saat saya pintar, saya ingin ubah seluruh dunia. Tapi sekarang saya bijaksana, saya ingin merubah diri sendiri.”

AYOBANDUNG.COM -- Kutipan di atas disampaikan oleh Sandra Turmudi Wijaya, Dimas Jogja 2019, saat mengisi talkshow oleh Mahabharata ing Internet. Talkshow tersebut merupakan bagian dari serangkaian kampanye digital dan fisik sebagai bentuk implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin nomor 4 dan 13. Kampanye ini terinspirasi oleh aksi iklim yang dimulai oleh Greta Thunberg dan kemudian menyebar ke seluruh dunia berkat sosial media.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Presiden terjun langsung dengan mengedukasi dan mengajak anak muda dari berbagai kalangan untuk ikut aktif bersuara di media sosial sebagai bagian dari aksi nyata agen perubahan dalam menghadapi kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Kampanye digital dilakukan melalui akun Instagram @mahabharatainginternet. Sementara, kampanye fisik terdiri dari pre-event dan main event. Pre-event berupa penyuluhan, pertama diadakan dengan sekolah pada Jumat, 22 November 2019 di Aula SMA Sang Timur Yogyakarta.

Di penyuluhan ini, sebanyak 130 siswa kelas 1 sampai 3 diberikan sosialisasi mengenai kontribusi aktivitas pemuda di sosial media terhadap pergerakan menghadapi perubahan iklim. Penyuluhan kedua diadakan dengan komunitas di Cafe Silamo, Bantul, dihadiri oleh Komunitas Untuk Jogjakarta, Kelompok Peduli Lingkungan ID, Dirgantara Pecinta Alam STTKD, dan KPL Greenhouse.

Penyuluhan ini dilakukan untuk mensosialisasikan kekuatan sosial media dalam menggerakkan publik untuk turut mengkampanyekan aksi cinta lingkungan.

Main event yang terdiri dari talkshow dan workshop dihadiri oleh 122 peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis lingkungan, dan siswa SMA pada Selasa, 26 November 2019 di Sky Lounge Grand Tjokro Hotel, Yogyakarta.

Talkshow dibawakan oleh Wika Taruna sebagai Moderator dan diisi oleh empat pembicara, yaitu Ahmad Syagaf Madda Aisar (Leader Greenpeace Youth, Greenpeace Southeast Asia Indonesia Chapter, Yogyakarta), Naina Bunga O.M. Yuwono (Dewan Kerajinan Nasional Kota Yogyakarta Award), Sandra Turmudi Wijaya (Dimas Jogja 2019), dan Mutiara Srikandi (President Young on Top Yogyakarta).

Pada bagian kedua, terdapat workshop yang diisi oleh dua pembicara. Pembicara pertama adalah Abhirama S.D. Perdana, S.Pd., M.Ed., MComn&MediaSt. (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Presiden dan Executive Director ASCAdemia) yang menjelaskan bagaimana merancang “kampanye digital yang ‘SMART’, mengacu pada S.M.A.R.T goals dengan mengimplementasikan teori Analisis Tekstual dan Sirkuit Kebudayaan.

Pembahasan kedua mengenai cara mengukur efektivitas kampanye digital dan pengoptimalan mesin pencari dibawakan oleh Mohammad Shihab, S.I.Kom, M.I.Kom. (Dosen Ilmu Komunikasi President University dan Executive Director PRodrome).

Melalui serangkaian kampanye ini, Mahabharata ing Internet menggarisbawahi bahwa untuk membawa sebuah perubahan, setiap orang harus memulai dari diri sendiri.

Permulaan ini bisa berupa hal kecil berupa memanfaatkan penggunaan sosial media yang memiliki kekuatan besar yang mungkin tidak dipahami semua orang.

Pada kenyataannya, orang cenderung lebih mempercayai pengaruh dari seseorang yang dekat dan familiar dengan mereka daripada pengaruh dari seseorang atau sesuatu yang mereka tahu memang dirancang untuk mempengaruhi mereka seperti iklan. Sehingga bisa disimpulkan, kita tidak perlu menjadi influencer terkenal terlebih dahulu untuk memiliki kekuatan memengaruhi orang lain. 

Seiring dengan ditutupnya acara ini, generasi muda diharapkan untuk dapat berpartisipasi sebagai agen-agen dari gerakan perubahan yang membawa dampak masif dalam menghadapi perubahan iklim bersama Mahabharata ing Internet.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar