Sekolah sebagai Institusi Penyetaraan Sosial

  Sabtu, 30 November 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen Alimudin Sape
[Ilustrasi] Sekolah sebagai institusi penyetaraan sosial. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

Sekolah sebagai institusi penerima jasa pendidikan bagi masyarakat yang mau mengembangkan jati diri mereka. Lewat sekolahlah mereka dapat menimbang dan menambah pengetahuan, serta keterampilan dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan diri sehingga dapat merubah taraf hidupnya, karena dengan pendidikanlah orang bisa keluar dari keterkungkungan kemiskinan dan kemelaratan hidupnya.

Sebagai institusi pendidikan sekolah harus siap menerima dan menampung seluruh elemen masyarakat mulai anak petani sampai pada anak para pejabat yang ingin bersekolah ataupun berpendidikan. Karena setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak sesuai yang tertuang dalam pasal 31 UUD 1945.

Sekolah tidak boleh memandang bulu dalam penerimaan masyarakat yang mau berpendidikan dan tidak pula membedakan anak orang kaya dan anak orang miskin.

Sekolah harus memandang mereka setara, tidak adak anak pejabat, anak seorang guru, anak orang kaya, anak orang miskin maupun anak seorang petani. Jangan sampai sekolah hadir sebagai institusi yang turut serta membuat terjadinya ketidak setaraan sosial dalam masyarakat dan dinilai melebarkan jarak antara si kaya dan si miskin.

AYO BACA : Keberagaman dan Kesetaraan Tidak Selalu Makro

Yang bisa membedakan mereka hanyalah tingkat dan kualitas kemampuan mereka dalam menerima ilmu pengetahuan yang telah diberikan oleh sekolah kepada mereka dan mampu membuktikan kecerdasan mereka lewat ulangan-ulangan yang diberikan oleh guru pendidik mereka.

Sekolah harus mampu meberikan nilai yang universal, yaitu perlakuan yang sama pada setiap orang. Pada saat peserta didik berada di sekolah, mereka harus diperlakukan sama antara satu sama lainya. Perbedaan latar belakang status sosial ekonomi tidak menyebabkan perbedaan perlakuan terhadap peserta didik.

perlakuan berbeda terhadap peserta didik bilamana seorang siswa tidak mengindahkan nilai dan aturan yang berlaku sehingga dia di perlakukan berbeda dengan memberikan hukuman atau suatu penyadaran social.

Karena sesungguhnya institusi sekolah sebagai sarana untuk proses pencerdasan bagi masyarakat yang mau mencari dan menuntut ilmu pengetahuan, serta sebagai sarana untuk berkompetisi dan berlomba-lomba dalam menunjukan dan membuktikan kemampuan serta kualitas kecerdasan yang dimiliki oleh peserta didik.

AYO BACA : Soroti Kesetaraan Hidup Lewat Pameran Egalite Photo's Speak

Sekolah (guru-guru) harus benar-benar berbuat adil dalam menilai dan memberi peringkat tertinggi kepada peserta didik. Jangan karena anak orang kaya ataupun anak seorang pejabat lalu sekolah memberikan nilai dan peringkat yang tinggi pada hal kemampuan dan kecerdasan tidak lebih cerdas dan tidak lebih pintar dari anak orang yang miskin ataupun anak para petani.

Begitupun cara mendidiknya harus setara antara anak orang kaya maupun anak orang miskin, atau anak pejabat serta anak petani, jangan sampai sekolah (guru-guru) membedakan cara mendidik peserta didiknya dalam arti yang sempit yang satu disayang dan yang lain dibenci.

Oleh karena itu, sekolah merupakan suatu institusi bagi masyarakat tanpa kelas yang tidak memandang perbedaan suku, ras, dan agama.

Makna yang paling dalam dari persamaan sosial adalah kualitas kehidupan yang sama bagi semua, yang menuntut kualitas penyekolahan yang juga sama bagi semua.

Selain itu, sekolah harus bertugas menanamkan kepada siswa maupun peserta didiknya agar bisa saling bertoleransi antara satu sama lain, dan mengajarkan untuk saling bekerja sama dalam hal kebaikan.

Jadi sekolah harus mampu menjadi institusi yang dapat mensosialisasikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Sehingga institusi sekolah dipandang sebagai tempat yang menjadi transisi dari kehidupan keluarga dalam kehidupan masyarakat, serta mampu mencetak generasi-genarasi yang berjiwa social yang bisa merubah tatanan kehidupan social menjadi lebih baik lagi.

AYO BACA : Ekonomi Kreatif Solusi Permasalahan Isu Kesetaraan Gender

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar