Uji Coba Penutupan Pintu Masuk PVJ Dimulai Pekan Depan

  Kamis, 21 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Kendaraan melewati Jalan Sukajadi, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Belum lama ini, Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan penutupan pintu masuk mal Paris Van Java (PVJ) yang berada di sepanjang Jalan Sukajadi. Pasalnya, lalu lintas kendaraan yang akan memasuki mal tersebut dinilai sebagai salah satu sumber kemacetan ruas jalan Sukajadi.

Hal ini menjadi bahasan selepas evaluasi rekayasa arus lalu lintas di Jalan Sukajadi, Setiabudi, dan Cipaganti diberlakukan. Hasilnya menunjukan bahwa masih ada sendatan lalu lintas yang kerap terjadi di beberapa titik, seperti Jalan Pasteur di depan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), di depan Biofarma, termasuk di ruas Jalan Sukajadi.

"Pada prinsipnya secara umum (rekayasa lalulm lintas) berjalan baik dilihat dari sebelum dan sesudahnya. Dari kecepatan wkatu tempuh, panjangnya antrean kendaraan berkurang dan konsumsi BBM juga berkurang," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi saat ditemui di Balai Pengujian Kendaraan Bermotor di Gedebage, Bandung, Kamis (21/11/2019).

"Tetapi ada beberapa titik yang menimbulkan waktu tunda dan antrean yang panjang. Seperti di Jalan Pasteur depan RSHS, depan Biofarma buntutnya sampai ke Simpang Cipaganti dan Simpang Cihampelas, semua tahu itu. Ada juga tumpukan di pintu masuk-keluar kendaraan di PVJ Jalan Sukajadi," lanjutnya.

Sehingga, dia mengatakan, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyarankan pintu masuk PVJ yang berada di Jalan Sukajadi untuk ditutup. Akses menuju mal tersebut akan dipusatkan ke Jalan Karangtinggal.

"Jadi pintu masuknya semua dari Jalan Karangtinggal. Ini instruksi Pak Wakil," ungkapnya.

Hal ini rencananya akan diberlakukan mulai minggu depan. Ricky mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

"Mulai minggu depan uji cobanya. Sudah koordinasi dengan pihak PVJ, dengan instansi terkait dan Polrestabes," jelasnya.

Sebelumnya Yana juga menyarankan agar sebagian taman di Jalan Cemara untuk dibongkar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.

Namun, Ricky mengatakan pembongkaran tidak akan merubah dan menghilangkan fungsi taman. Ruas taman tersebut akan "dipotong" untuk memperlebar akses kendaraan.

"Jadi maksud pimpinan kami bahwa itu nantinya ada perbaikan desain geometri persimpangan. Contohnya di Jalan Cemara, supaya dari Jalan Sukajadi bisa langsung belok kanan lancar ke arah Jalan Cemara, dipotong median antara simpang Jalan Cemara dengan Jalan Sukajadi. Begitu pula di simpang Jalan Otten-Pasteur dan simpang Cipaganti juga," ungkapnya.

Ricky menyebutkan, perombakan taman hanya akan dilakukan sebanyak 10-30%. Dia memastikan, peran taman sebagai penyedia Ruang Terbuka Hijau (RTH) tidak terganggu.

"10-30% , tidak semua dibonglar. Ujungnya saja, trotoarnya supaya enggak ganggu taman," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar