Proyek KCIC Rusak Pipa PDAM di KBB

  Jumat, 15 November 2019   Tri Junari
Pemasangan tiang pancang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di sekitar stasiun Padalarang, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Tri Junari/Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Kurangnya koordinasi antar instansi dalam pengerjaan proyek PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) menyebabkan pipa air milik pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak.

Hal itu diakui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) KBB, PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) mengalami kerusakan akibat aktivitas pembangunan infrastruktur. Kerusakan pipa tersebut sempat mengganggu aktivitas pasokan air bagi pelanggan lantaran banyak air yang terbuang di tengah jalan.

AYO BACA : Wali Kota Cimahi Tuntut KCIC Ganti Rugi

Manager Perencanaan PT PMgS, Yovita Yulia Dewi mengungkapkan, kerusakan itu akibat beberapa pembangunan proyek infrastruktur seperti pembangunan Kereta Cepat, jalan dan drainase.

“Proyek itu ada yang dikerjakan oleh dinas (PUPR) dan juga proyek Kereta Cepat. Kebanyakan pipa rusak akibat terkena beko saat menggali tanah yang posisinya tepat ada pipa milik kami. Tidak ada juga koordinasi dengan kami sebelumnya,” kata Yovita ditemui di kantornya, Jumat (15/11/2019).

AYO BACA : Ridwan Kamil Panggil PT KCIC Soal Kebakaran Pipa Pertamina

Dia menjelaskan, kerusakan belasan pipa tersebut terjadi di 15 titik tepatnya berada di Kecamatan Ngamprah yakni di Desa Tanimulya dan Cilame. Saat ini, kerusakan pipa sudah diperbaiki secara bertahap agar menjamin pasokan air bagi pelanggan tetap berjalan normal.

“Setelah mengetahui ada kerusakan pipa, kita langsung perbaiki karena pelanggan juga suka melaporkan jika pasokan air tidak mengalir,” ujarnya.

Vita menyebutkan, pipa air milik BUMD secara total memiliki panjang hingga 155 km (kilometer). Pipa tersebut untuk melayani pelanggan di wilayah Kecamatan Ngamprah, Cisarua, Padalarang dan Cikalongwetan.

 “Kami selalu rutin melakukan pengecekan terhadap pipa air. Karena tidak sedikit banyak temuan kebocoran pipa akibat beberapa faktor. Atau biasa kita sebut dengan Non Revenue Water (NRW) yakni tingkat kehilangan air cukup tinggi seperti kasus pencurian air, kebocoran pipa hingga ilegal tapping,” paparnya.

AYO BACA : Ledakan Pipa Pertamina di Cimahi, Pekerja KCIC Berlarian

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar