Penyebab Kegemukan Ternyata Bukan Nasi Putih?

  Rabu, 13 November 2019   Suara.com
Ilustrasi nasi putih. (Pixabay/zapaceh6350)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Banyak orang ingin menurunkan berat badan dengan menghindari konsumsi nasi putih. Faktanya, nasi putih yang menjadi makanan utama orang Indonesia ini justru bukan penyebab utama kenaikan berat badan atau kegemukan.

Pooja Malhotra, seorang ahli gizi di India mengatakan, nasi putih sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan karena seratnya yang hilang setelah proses pemurnian. Lalu Sindeks glikemik dalam beras putih mengalami peningkatan.

AYO BACA : Tak Ingin Badan Melar? Jangan Tidur Larut Malam

"Ini artinya kerusakan gula dalam tubuh dapat terjadi dengan cepat lalu gula akan dilepaskan ke aliran darah. Selain itu, banyak juga mineral yang dihilangkan selama proses pemurnian. Hal itulah yang menjadi alasan nasi putih menyebabkan kenaikan berat badan," jelas Pooja dikutip dari ND TV.

Perlu diketahui, beras mengandung karbohidrat tinggi dan sekitar 8-9 persen protein. Selain itu, beras putih merupakan sumber mineral alami, seperti magnesium, selenium, asam folat, fosfor, tiamin, dan niasin.

AYO BACA : Jangan Sebut Anak Anda ‘Gendut’, Ini Dampaknya

Namun, tak seharusnya nasi putih disalahkan sebagai penyebab kenaikan berat badan. Menurut Pooja, satu hal yang membuat orang mengalami kenaikan berat badan adalah porsi makannya yang tidak terkontrol.

Jadi, mengurangi porsi nasi putih dalam makanan Anda bisa membantu menghindari kenaikan berat badan. Bukan berarti menghindari konsumsi nasi putih agar tidak mengalami kenaikan berat badan.

"Kamu harus mengendalikan porsi makan nasi putihmu yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Anda juga harus mengunyahnya secara perlahan dan benar," sarannya.

AYO BACA : Minum Cukup Air Bisa Cegah Risiko Kegemukan dan Penyakit Lain

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar