5 Ulama Jabar Kenalkan Islam Toleran di Eropa

  Selasa, 12 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama beberapa insan media menggelar teleconference dengan sejumlah pihak yang berada di Inggris terkait program English for Ulama, di bjb Precious, Jakarta, Selasa (12/11/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Lima ulama Jawa Barat  yang lolos program English for Ulama telah melangsungkan dakwahnya di lima kota di Britania Raya, meliputi London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham. Mereka diundang untuk berbicara di depan sejumlah tokoh masyarakat, komunitas keagamaan hingga unsur pemerintahan setempat.

Kelima ulama tersebut adalah Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumudin, Safitra, dan Hasan Al-Banna. Mereka masing-masing hadir berdakwah di lima kesempatan berbeda.

Ridwan, misalnya, diajak menemui DKM Masjid Jami Auston, Afzal Shah. Setelah itu, dia bertemu dengan salah satu politisi dan komunitas muslim Bristol. Kepala kepolisian Bristol pun hadir dalam pertemuan tersebut.

Sedangkan, Hasan menjadi salah satu pembicara dalam Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue atau dialog antaragama yang berlangsung di Grays, Thurrock --sekitar 30 km di timur London.

Selain Hasan, dialog yang dihelat Thurrock Labour Party (Partai Buruh Thurrock) tersebut dihadiri anggota majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St. Clements Church) dan Matt Drummond (St. Stephens Church).

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London Aminudin Azis, animo masyarakat Eropa cukup baik dalam menyambut kedatangan lima ulama Jabar tersebut.

AYO BACA : Lulusan English for Ulama Tiba di Inggris untuk Syiar islam

"Pembukaan dihadiri tiga parlemen, komunitas Yahudi, dan pihak gereja setempat. Belum lagi, media di sana ikut mengabarkan kedatangan ulama Jabar," kata Aminudin saat melakukan video conference dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Jakarta, Selasa (12/11/19).

"Antusias masyarakat setempat menyambut ulama Jabar tinggi karena mereka berharap kedatangan ulama ini bisa menjawab pertanyaan mereka soal islam," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur British Council Indonesia Paul Smith berpendapat, program ini dapat menjadi kesempatan bagi warga Muslim untuk 'meluruskan' kesalahpahaman banyak masyarakat mengenai Islam. Dirinya menilai Indonesia dapat menjadi representasi wajah Islam yang damai.

"Sering terjadi kesalahpahaman tentang nilai-nilai islam. Seringkali islam dipandang negatif dan salah. Saya percaya bahwa Indonesia punya pandangan yang lebih moderat, hangat, dan ramah soal islam," ucapnya.

Oleh karenanya, dirinya mengapresiasi program English for Ulama yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Ini adalah program utama untuk membawa kebenaran. Kita percaya Indonesia punya cerita fantastis soal islam. Kita senang dapat terlibat dalam program ini. Semoga tahun depan English for Ulama kembali dilakukan," katanya.

AYO BACA : English for Ulama, 5 Ulama Jabar Diberangkatkan ke 5 Kota di Eropa

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan bahwa misi utama kelima ulama tersebut adalah berdakwah dan berdiskusi di sejumlah kampus serta komunitas, baik muslim maupun non-muslim. Emil --sapaan Ridwan Kamil-- berharap mereka dapat mengubah anggapan negatif masyarakat Eropa terhadap islam.

"Mereka akan menceritakan keramahan islam Indonesia yang toleran, khususnya di Jabar. Harapannya, persepsi yang ada setelah kunjungan ini, akan membawa pengalaman dan pemahaman keislaman di Indonesia oleh Eropa menjadi baik," kata Emil.

"Seringkali informasi tentang islam kurang proporsional dan tidak mewakili keseluruhan. Jadi, islam yang moderat dan damai akan direpresentasikan oleh lima ulama ini dan mereka di masa depan akan jadi duta perdamaian bagi dunia," tambahnya.

Selain berdakwah terkait keindahan islam Indonesia, kelima ulama itu akan menceritakan tentang keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Tanah Pasundan. Mereka pun bakal menjalankan misinya sampai 14 November 2019 mendatang.

"Tahun depan akan dimaksimalkan sampai akhirnya program ini (English for Ulama) mendunia. Dan pada akhirnya, pesan soal keindahan dan kehangatan islam Indonesia tersebar di dunia," kata Emil.

Lebih lanjut, perwakilan Minhaj Welfare Foundation (organisasi islam di Britania Raya) Adnan Sohail meminta program ini tetap dilanjutkan tahun depan. Dirinya juga berharap jumlah ulama yang dikirim dapat ditambah.

"Harapan ke depan program ini bisa lebih masif lagi. Mungkin bisa ditambah dan diperluas lagi wilayahnya, sehingga ini bisa jadi program yang berkelanjutan dan memperoleh sambutan baik dari Inggris," katanya.

"Mereka (ulama Jabar) dapat menebarkan pesan-pesan soal keindahan islam. Itu membuat anggapan negatif masyarakat, termasuk islamophobia, terus berkurang di sini (Britania Raya)," tambahnya.

AYO BACA : Imam Besar New York Dukung Program English for Ulama Pemprov Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar