Hari Kesehatan Nasional: Persebaran Fasilitas Kesehatan Indonesia Tidak Merata

  Selasa, 12 November 2019      Netizen Suci Wulandari Putri
Ilustrasi kesehatan.(Pixabay)

Indonesia merupakan negara terpadat keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat, dengan jumlah penduduk 268 juta jiwa.

Dengan luas wilayah 1990.250 km, untuk mencapai kualitas kesehatan masyarakat yang baik, haruslah didukung dengan fasilitas serta tenaga medis yang kompeten, yang disebar merata di seluruh Indonesia.

Akan tetapi, hingga saat ini persebaran fasilitas penunjang kesehatan masyarakat Indonesia belum merata.

Persebaran tenaga medis dan fasilitas penunjang kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit pun masih menumpuk di kota-kota besar. Kondisi ini memiliki akses yang cukup baik sehingga perolehan informasi seputar kesehatan bagi masyarakat dapat dikatakan lebih baik jika dibandingkan dengan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses kesehatan yang jauh dari kata baik.

Berdasarakan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI 2018, dari 9.993 total puskesmas yang ada di Indonesia, provinsi yang mendapatkan fasilitas  puskesmas terbanyak yaitu provinsi Jawa Barat, dengan total puskesmas 1069, dan provinsi dengan total puskesmas paling sedikit yaitu Kalimantan Utara dengan total 56 puskesmas.

Keadaan ini terus berlangsung selama 4 tahun berturut-turut. Tingginya jumlah puskesmas yang ada di masing-masing daerah belum menjamin apakah fasilitas tersebut sudah dapat dikatakan cukup layak untuk menunjang kesehatan masyarakat di sana.

Dari total persebaran puskemas yang ada Indonesia, provinsi yang menduduki posisi jumlah puskesmas yang sudah sesuai standar yaitu Jawa Tengah, yakni 86,14% atau 758 puskesmas. Sedangkan provinsi yang menduduki posisi paling rendah dengan jumlah puskesmas yang sudah sesuai standar, yaitu Papua, yakni 4,41% atau hanya 18 puskesmas saja.

Tidak hanya puskesmas, persebaran rumah sakit yang ada di Indonesia pun juga masih menumpuk di provinsi dengan akses kesehatan yang baik. Baik itu rumah sakit umum dan rumah sakit khusus.

Hingga tahun 2018, Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah rumah sakit terbanyak di Indonesia, baik itu rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, terdapat 293 rumah sakit umum dan 88 rumah sakit khusus.

Berbanding terbalik dengan Jawa Timur, Kalimantan Utara merupakan provinsi dengan jumlah rumah sakit umum paling sedikit, yakni hanya terdapat 10 rumah sakit umum. Mirisnya, Kalimatan Utara dan Papua Barat tidak memiliki rumah sakit khusus.

Tidak hanya menjadi provonsi yang minim fasilitas kesehatan, Kalimantan Utara dan beberapa provinsi di bagian timur Indonesia juga minim tenaga medis.

Data Kemenkes 2018 mencatat DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah keberadaan dokter paling banyak, baik itu dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis. Terdapat 12.346 dokter umum, 7190 dokter spesialis, 2473 dokter gigi, dan 1035 dokter spesialis gigi.

Sulawesi Barat merupakan provinsi dengan jumlah dokter umum paling sedikit di Indonesia, yakni hanya 190 dokter umum, dengan jumlah penduduk 1.355.554  jiwa. Tidak hanya Sulawesi Barat, Maluku Utara merupakan provinsi dengan jumlah dokter spesialis paling sedikit, yakni hanya 46 dokter spesialis saja, ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk Maluku Utara yaitu 1.232.632 jiwa.

Tidak hanya itu, Maluku Utara juga merupakan provinsi dengan jumlah dokter gigi paling sedikit, yakni hanya 33 dokter saja. Serta provinsi dengan jumlah dokter gigi spesialis paling sedikit yaitu Sulawesi Tengah dan NTT, yakni hanya 1 dokter gigi spesialis saja di masing-masing provinsi.

Melihat bagaimana persebaran tenaga media dan fasilitas kesehatan yang tidak merata, seharusnya mendapat perhatian lebih oleh pemerintah. Khususnya provinsi  di bagian timur Indonesia.

Bagaimana mungkin Indonesia mengharapkan bibit-bibit unggul dari masyarakatnya, sedangkan jumlah persebaran tenaga media dan fasilitas kesehatan yang ada pun belum merata. Salah satu bentuk dampak kurangnya fasilitas serta tenaga medis, yakni berpengaruh kepada kualitas kesehatan di provinsi tersebut. 

Gizi buruk merupakan permasalahan kesehatan di Indonesia yang masih belum terselesaikan. Berdasarakan Riskesdas 2018, Badan Litbang Kesehatan, Kemenkes 2019, pada tahun 2018, provinsi dengan persentase gizi buruk paling tinggi diduduki oleh provinsi Maluku.

Keadaan ini pun tidak perlu ditanyakan mengapa, karena salah satu faktornya yaitu karena Maluku merupakan provinsi dengan jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga media yang jauh dari kata cukup.

Jumlah penduduk di setiap provinsi seharusnya berbanding lurus dengan jumlah rumah sakit, dan dokter sebagai tenaga medis, agar penanganan kesehatan yang dilakukan bisa seimbang.

Memang, Jawa Barat, sebagai  provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yakni 48.683.861 jiwa, seharusnya memiliki jumlah fasilitas dan tenaga media yang jauh lebih banyak di bandingkan dengan provinsi lainnya, akan tetapi hal itu tentu saja tidak menjadi alasan fasilitas dan tenaga medis di provinsi lainnya tidak terpenuhi dengan baik.

Seperti provinsi Maluku, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, NTT, dan Papua. Kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa tentu saja memiliki akses yang cukup baik dibandingkan dengan provinsi di atas.

Bagaimana mungkin melakukan peningkatan kualitas kesehatan dengan baik, jika fasilitas dan akses kesehatan saja masih kurang, dan persebarannya tidak merata.

Memasuki peringatan Hari Kesehatan yang ke 55 ini, diharapkan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus dengan bagaimana keadaan kesehatan di kota-kota besar, hanya karena jumlah masyarakat di sana lebih  banyak, sehingga mendapatkan perhatian lebih dibandingkan dengan daerah lain.

Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat harus melibatkan seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dengan perhatian yang diberikan merata kepada setiap provinsi, diharapkan  mampu mengurangi permasalahan kesehatan di seluruh Indonesia.

Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar