Puluhan Tahun Gelap, Warga Miskin KBB Kini Punya Listrik

  Senin, 11 November 2019   Tri Junari
Pemberian bantuan program 'One Man One Hope' yang diinisiasi PT PLN untuk membantu masyarakat miskin yang belum mampu memasang sambungan listrik di Jawa Barat. (Tri Junari/Ayobandung.com)

CIPONGKOR, AYOBANDUNG.COM--Sahidin (66) warga Kampung Rawasantar, RT 06 RW 04 Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) puluhan tahun hidup dalam kegelapan.

Warga miskin yang tinggal di gubuk bambu bersama 12 anggota keluarga itu tak memiliki aliran listrik hingga untuk penerangan saja mengandalkan lampu minyak atau lilin.

"Dari dulu pengen nyambung dari tetangga yang sudah ada listriknya, tapi nggak ada uang. Kalau malam ya pakai cempor atau lilin,” tutur Sahidin saat ditemui Ayobandung.com usai menerima bantuan sambungan listrik dari pegawai PLN UP3 Cimahi, Senin (11/11/2019).

Sahidin menuturkan, sebelum dapat bantuan listrik dari PLN Cimahi, ia bersama 12 anak menantunya tinggal di gubuk bambu berukuran 9x5 meter diatas tanah desa. 

Jika beranjak sore dan langit mulai gelap, kehidupan mereka bukan mendapat hiburan dari televisi atau radio. Sahidin justru hidup dalam penerangan seadanya dari lampu minyak atau lilin.

”boro-boro lihat TV, pengen lampu saja harus nyolok ke tetangga. Untuk beli kabel saja nggak ada,” ujar dia.

AYO BACA : Rasio Elektrifikasi PLN UP3 Cimahi Capai 100%

Nasib sama dirasakan anaknya yang tinggal di bersebelahan dengan gubuk Sahidin, Saepudin (24) menikahi anak Sahidin bernama Siti Hasanah (22), mereka dikaruniai satu orang putri berusia 1,8 tahun.

Usai menikah lima tahun lalu, mereka pun mendirikan gubuk bambu berukuran 6x4 meter disamping rumah Sahidin. Namun setelah menikah belum juga membuat kegelapan pergi dari kehidupan mereka.

 "Udah ada 5 tahun bikin rumah ini, nggak ada listrik. baru ada listrik sekarang," ujar Saepudin.

Menurutnya, besar harapan mereka untuk bisa menikmati terangnya lampu listrik seperti orang lain, memiliki peralatan listrik untuk sekedar hiburan kala malam.

Keterbatasan ekonomi dari keringat buruh tani yang pekerjaannya datang tak menentu mengubur harapan untuk bisa memasang listrik.

"Saya buruh tani, paling dapat Rp20-40 ribu sehari, itupun kalau ada yang nyuruh," kata Udin.

AYO BACA : Cegah Kebakaran, PLN Cimahi: Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

Keduanya, merupakan penerima bantuan program 'One Man One Hope' yang diinisiasi PT PLN untuk membantu masyarakat miskin yang belum mampu memasang sambungan listrik di Jawa Barat.

Program ini mengumpulkan donasi dari pegawai PLN di masing-masing Unit Pelayanan untuk membantu masyarakat di daerah tertinggal.

Untuk tahun 2019 pegawai PLN UP3 Cimahi berhasil memberi bantuan sambungan rumah pada 124 Kepala Keluarga di KBB. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan GM PLN Unit Jawa Barat, Agung Nugraha beserta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Barat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyulistio menyebut, tersisa 0,001 persen atau setara 256 ribu penduduk Jawa Barat belum 

"Di Jawa Barat ini rasio elektrifikasi kita sudah 99,99 persen. Kalau data statsitik tinggal 256 ribuan rumah tangga di Jawa Barat yang belum mendapatkan akses listrik," beber Bambang.

Dikatakannya, dengan adanya bantuan program 'One Man One Hope', itu artinya masyarakat yang menikmati listrik bertambah. Maka dari itu, pihaknya sangat mengapresiasi program tersebut.

"Ini sangat luar bisa. Ke depan program kita bisa tercapai rasio elektifikasi 100 persen. Masyarakat di Jabar berlistrik semua insya Alloh tahun 2023," katanya.

AYO BACA : Pasca Blackout, Aset PLN Kini Dilindungi TNI

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar