Warga Tasik Dihebohkan Video Histeris Korban 'Bank Emok'

  Senin, 11 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Video Viral. (ayotasik.com/Irpan)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Masyarakat Tasikmalaya digemparkan dengan beredarnya video seorang ibu rumah tangga yang histeris saat ditagih hutang oleh rentenir atau yang biasa disebut bank emok. Video itu beredar luas di media sosial dan pesan singkat WhatsApp.

Dalam Video yang diunggah akun facebook Ubay Berebet itu terlihat sejumlah ibu rumah tangga tengah membicarakan utang yang dipinjamnya. kegaduhan terjadi saat ibu berkerudung ping menjelaskan jatuh tempo pembayaran terhadap ibu berkerdung putih. Bernada emosi dengan logat sunda, ibu berkerudung putih justru emosi hingga memukul mukul bantal yang ia pegang.

Bank emok atau renternir, menawarkan pinjaman cepat tanpa syarat. Bank emok biasanya menerapkan bunga tinggi hingga dua kali lipat. Peminjam berbentuk kelompok, jika nasabah macet, nasabah lainnya terpaksa membayar secara patungan.

“Sangat miris lah, posisinya diwilayah pesisir dan karena memang pelakunya begitu mudah untuk dibujuk dan dirayu mereka menjadi sasaran empuk dari rentenir," kata Farhan salah seorang warga, Senin (11/11/2019).

Menyikapi kondisi itu, Ulama Tasikmalaya KH. Atam Rustam mengaku miris dan kaget. Atam yang juga Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya ini mengharapkan masyarakat tidak menggunakan jasa rentenir untuk solusi keuangan karena diharamkan agama.

“Jelas dalam agama islam itu diharamkan, kami berharap masyarakat jangan tergiur dengan kemudahan syarat yang ditawarkan," kata Atam.

KH. Atam yang juga pimpinan pondok pesantren Sukamanah ini juga mengharapkan kepada Pemkab Tasikmalaya untuk serius dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena maraknya masyarakat meminjam ke bank emok atau rentenir karena desakan ekonomi.

“Nah disini peran pemerintah mulai tingkat Kabupaten hingga Desa harus hadir dalam permasalahan ekonomi masyarakat. Berdayakan masyarakat agar taraf ekonominya meningkat," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar