Mengenal Sistem Pembelajaran Daring Cyber University

  Jumat, 08 November 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen
Lawatan Belajar 28 Kandidat Doktor UNINUS: Mengenal Sistem Pembelajaran Daring Cyber University.

Pagi cuaca cerah (Kamis, 7/11/2019), ketika 28 orang kandidat doktor ilmu pendidikan dari Pascasarjana, Universitas Islam Bandung (UNINUS) tiba di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka (UT) di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Kedatangan 28 kandidat doktor tersebut dalam upaya curah pendapat dan mengetahui lebih dekat tentang UT yang tengah mempersiapkan diri menjadi Cyber University pertama di Indonesia.

Istilah generik Ciber University, sebenarnya telah digunakan oleh beberapa PT yang menyelenggarakan program online, seperti Seoul Cyber University, The Cyber University of Korea, dan Thailand Cyber University. Selain itu, PT lain juga ada yang menawarkan program online dengan menggunakan nama open university, seperti University of the Philippines Open University, Malaysia Open University, Hanoi Open University.

Konsepsi di atas, merupakan jawaban atas perkembangan pendidikan nasional selama 10 tahun terakhir, yang memang tengah mengalami perubahan dari pendidikan konvensional yang bertumpu pada proses pembelajaran tatap muka ke arah modus pembelajaran yang lebih bervariasi seiring dengan meningkatnya akses dan kapasitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Saat ini dikenal program pembelajaran berbasis TIK, misalnya blended atau hybrid leaning, e-learning, online learning, digital learning, dan virtual learning.

Pada kegiatan lawatan belajar kali itu, kedatangan 28 kandidat doktor dari Pascasarjana UNINUS disambut oleh Dra. Isti Rokhiyah, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum), Dr. Siti Aisyah, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), serta beberapa staf bidang IT di lingkungan FKIP UT. Diterima dengan hangat dan penuh kekeluargaan di Ruang Sidang FKIP Universitas Terbuka (UT) tepat jam 09.00 WIB.

Pada pertemuan tersebut, dipaparkan ihwal Universitas Terbuka (UT) sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 di Indonesia yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh, diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 14 Tahun 1984.  Berbeda dengan kampus negeri lain, UT menerapkan sistem belajar jarak jauh, berbasis online, dan menjangkau siapapun, di manapun, dan kapan pun. Sistem ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.

Memang UT tengah menyiapkan diri menjadi Cyber University. Perubahan paradigma lama perguruan tinggi (PT) sebagai knowledge creation and transmission dalam semi-isolation space menjadi re-creation and connecting knowledge pada open space menjadi suatu keniscayaan. Di sisi lain, PT juga didorong untuk melakukan efisiensi sehingga tidak dapat lagi bertumpu pada keberadaan kelas reguler dan pembelajaran konvensional, sehingga diperlukan sistem pembelajaran secara blendedonline learning, dan kolaborasi dengan PT lain. Hal ini memungkinkan cost effectiveness untuk menghasilkan output yang lebih optimal. Kondisi ini tentunya juga mendorong terjadinya revolusi peran PT, dosen, dan mahasiswa,” tukas Isti, Wakil Dekan FKIP UT, menjelaskan ihwal paradigma pendidikan di UT.

Berdasarkan catatan dalam laman www.ut.ac.id, Universitas Terbuka (UT) telah menyelenggarakan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sejak 1984, bahkan sejak 2013 UT telah menyelenggarakan program fully online pada jenjang pascasarjana. Sedangkan program fully online untuk jenjang sarjana telah diselenggarakan sejak 2016. Saat ini berbagai perguruan tinggi khususnya Open University menjadi frontier advokasi gerakan OER (Open Educational Resources) di dunia. Bahkan, demi mengembangkan UT sebagai Cyber University, dalam Rencana Strategis Bisnis (RSB) UT 2016 – 2020, UT menetapkan tiga fokus pengembangan sebagai berikut:  tahun 2018 indikator capaian adalah memenuhi kebutuhan layanan berkualitas bagi mahasiswa, pada tahun 2019 memperkuat pengenalan dan penerimaan masyarakat terhadap UT, dan pada tahun 2020 menjadi frontiers of education innovation, sebagai pusat riset dan pengembangan inovasi berbagai modus pembelajaran berbasis teknologi dan diseminasi inovasi. Fokus tahun 2020 sebagai frontiers of education innovation memerlukan refleksi posisi dan peran UT sebagai penyelenggara pendidikan jarak jauh (PJJ) sekaligus sebagai penyelenggara pendidikan berbasis teknologi atau sebagai cyber university yang networked, digital, dan virtual.

“Keinginan untuk mengembangkan UT sebagai cyber university juga didasari oleh penugasan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi c.q Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, supaya UT memperkuat jaringan layanan untuk membantu instansi dan institusi (perguruan tinggi, kementerian, perguruan tinggi kedinasan) yang akan menyelenggarakan program berbasis teknologi informasi, sebagai upaya akselerasi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi dan upaya memenuhi beragam kebutuhan pendidikan masyarakat, baik program degree maupun non-degree,” lanjut Isti, menjelaskan dengan semangat.

“Sangat hebat. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bagaimana proses dan sistem pembelajaran jarak jauh dikelola oleh UT. Setelah melihat, ternyata dikelola secara profesional dan kompeten dalam bidangnya. Semoga layanan pendidikan jarak jauh di Indonesia semakin baik,” ujar Enang Ahmadi, Kepala P4TK IPA Kemdikbud, yang juga salaseorang kandidat doktor dari Pascasarjana UNINUS yang turut serta dalm kegiatan lawatan.

Selain kegiatan curah pendapat, oleh pihak UT, seluruh 28 kandidat doktor dari Pascasarjana UNINUS pun diajak berkeliling ke beberapa fasilitas universitas, di antaranya ke Pusat Pengembangan Multi Media (P2M2), Pusat Layanan Pustaka (PUSLATA) dan Pusat Layanan Bahan Ajar (PUSLABA). Tiga pusat ini merupakan unit sentral dalam mempersiapkan bahan ajar tampilan yang dihasilkan merupakan gambaran kualitas UT selama ini, sehingga terus memberikan hasil dan kualitas yang terbaik.

“Saya lihat, UT telah dikelola secara profesional dan luar biasa. Kini, UT bisa sejajar dengan kampus-kampus negeri lain. Bahkan sekarang sudah membuka program pascasarjana, kan” ujar Asep Azis Nasser, Kasie Pendais dan Paudikdas Kantor Kemenag Provinsi Banten, juga mahasiswa S3 Pascasarjana UNINUS yang ikut lawatan.

Kini di bawah kepemimpinan Drs. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D. (Dekan FKIP UT), seluruh program yang ditawarkannya telah memperoleh ijin resmi dari Dirjen Dikti. Saat ini, FKIP UT memiliki 5 jurusan dengan 12 program studi, beserta program pelatihan profesional kependidikan.

“Pa Dekan sedang ada kegiatan, maaf tidak bisa mendampingi kegiatan ini. Hanya saja, perlu dikemukakan bahwa di lingkungan FKIP, selain pembelajaran online, kini dibuka pula program sertifikasi untuk “Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)” dan “Administrasi Pemerintahan Daerah”. Mudah-mudahan ke depan, dibuka pula program pascasarjana bidang kependidikan,” tukas Siti Aisyah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FKIP UT.

Menjelang tengah hari, kegiatan lawatan belajar 28 kandidat doktor dari Pasacasarjana UNINUS ke UT pun selesai. Seluruh peserta dijamu oleh pihak UT dalam suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan akademik yang terkesan formal, bisa diselenggarakan dengan suasana santai. Bahkan di tengah era disrupsi, kegiatan semacam ini pun ke depan bisa dilaksanakan secara online, sebagaimana sistem pembelajaran yang dilaksanakan oleh UT.

Deni Hadiansah (Pemerhati pendidikan, kearifan lokal, dan mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan UNINUS).

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar