Konsumen Akumobil 'Ngadu' ke DPRD Jabar

  Jumat, 08 November 2019   Faqih Rohman Syafei
Sejumlah konsumen Akumobil bersama tim kuasa hukumnya mendatangi DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, untuk mereka yang diduga ditupu, Jumat (8/11/2019). (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah konsumen Akumobil bersama tim kuasa hukumnya mendatangi DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (8/11/2019). Mereka mengadukan nasib ribuan konsumen yang menjadi korban dugaan penipuan Akumobil.

Perwakilan konsumen, Syarifudin mengatakan tujuan, kedatangannya untuk mengadu kepada anggota DPRD Jabar terkait kasus dugaan penipuan Akumobil yang menimpa ribuan konsumen.

"Kapasitas DPRD sebagai tempat mengadu, karena konsumen tidak mendapatkan haknya sesuai yang dijanjikan (Akumobil)," ujarnya kepada Ayobandung.com, Jumat (8/11/2019).

Selain mengadu, dia meminta anggota DPRD Jabar turut serta mengawasi proses mediasi antara konsumen dan Akumobil terkait pengembalian uang. Menurutnya, mediasi yang berjalan sampai sekarang belum menemui titik terang.

AYO BACA : HLKI Sebut Akumobil Gunakan Skema Ponzi atau MLM

"Setidaknya ada peran DPRD untuk lebih ikut mengawasi, tidak ada salahnya datang ke DPRD. Mungkin lebih cepat diselesaikannya," katanya.

Disebutkan Syarifudin, proses mediasi dengan pihak Akumobil masih terus berjalan hingga sekarang. "Sekarang (hari ini) mediasi baru akan mendengar apa yang ditawarkan Akumobil untuk selesaikan ini," ucapnya.

Sementara itu, ketua tim kuasa hukum konsumen Akumobil, Firman Turmantara mengatakan, pihaknya masih mengedepankan penyelesaian kasus ini dengan cara di luar hukum atau mediasi. Proses ini dipilih lantaran tidak akan menguras waktu dan biaya.

"Belum melakukan upaya litigasi, karena upaya itu lama dan biaya besar dan seterusnya. Saya targetkan upaya non-litigasi. Diantaranya koordinasi dengan dewan dan upaya mediasi," tuturnya.

AYO BACA : Ketua HLKI Firman Sebut Akumobil Sudah Kantongi 7 Izin

Namun demikian, dia mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah strategis jika upaya ini tidak berjalan dengan baik. Walaupun telah ada penetapan tersangka atas laporan yang dilayangkan oleh perseorangan.

"Sudah mulai dilaksanakan oleh pihak mereka tapi harus ada plan A, B, dan C perlu perencanaan yang lain. Kesini (DPRD Jabar) untuk koordinasi diharapkan ada saran-saran apa yang harus dilakukan," ujar Firman.

Firman menambahkan tercatat sebanyak 800 konsumen yang tergabung dalam komite yang ditanganinya. Nilai kerugiannya diprediksi mencapai Rp80 - 100 miliar.

"Sementara akan coba untuk upaya mediasi misalnya sebut saja ke instansi yang sudah berikan izin. Klaim dari pihak perusahaan ini ada tujuh lembaga yang berikan izin dari pusat semua," katanya.

"OJK salah satunya, saya masih telusuri enam lagi. Apakah betul berikan izin, minta pertanggungjawaban dari instansi tersebut. Karena dalam aturan, instansi yang keluarkan izin harus ikut tanggung jawab atas penggunaan izin itu," tuturnya.

AYO BACA : 1.742 Konsumen Jadi Korban Akumobil, Total Kerugian Capai Rp100 Miliar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar