Meditasi Rutin di Dekat Air Terjun

  Kamis, 07 November 2019   Dadi Haryadi   Netizen
Air Terjun. (Foto: Djoko Subinarto)

CURUG alias air terjun pada dasarnya adalah aliran air sungai yang jatuh dari ketinggian tertentu. Tinggi dan lebarnya air yang jatuh akan menentukan karakter dari sebuah air terjun secara keseluruhan. 

Semakin tinggi jatuhnya air, maka semakin membuat sebuah air terjun itu tampak mempesona. Meskipun demikian, suasana di sekeliling air terjun pun ikut menjadi faktor penunjang berarti dalam menambah pesona sebuah air terjun. 

Panorama di sekitar air terjun, yang umumnya dipenuhi vegetasi hijau, bakal mengalirkan udara sejuk serta nuansa kedamaian alami. Suasana air terjun yang seperti ini bakal membuat tubuh lebih bugar dan pikiran menjadi lebih segar. Itulah sebabnya dahulu ada sebagian kalangan yang memilih untuk bersemedi atau pun bermeditasi secara rutin di dekat air terjun.

Keberadaan air terjun bisa menjadi wahana pembelajaran mengenai ilmu bumi maupun lingkungan. Dengan mengunjungi air terjun, paling tidak kita bisa belajar untuk mengetahui bagaimana asal-usul terjadinya air terjun itu dari kacamata ilmu bumi dan sekaligus menambah kesadaran dan wawasan kita untuk lebih mencintai dan melestarikan lingkungan. 

Lantas, kapan kita sebaiknya menyambangi air terjun? Waktu yang paling baik berwisata ke kawasan air terjun adalah saat musim kemarau. Kenapa? Di musim kemarau biasanya cuaca lebih cerah sehingga akan menjadikan kunjungan kita ke lokasi air terjun lebih nyaman dan membuat kita bisa menikmati panorama air terjun dengan lebih baik.

Di negara kita, hampir sebagian besar air terjun berada di kawasan pelosok pegunungan. Jalanan ke lokasi air terjun, selain curam, berbatu, juga tidak sedikit yang masih tanah. Ketika musim hujan jalanan ini menjadi becek dan licin. 

Namun, di musim kemarau jalanan menuju lokasi air terjun biasanya tidak terlalu becek dan licin sehingga bisa lebih nyaman dan aman dilewati.

Tatakala kita berkunjung ke kawasan air terjun, ada baiknya membawa pakaian cadangan. Uap air dan cipratan air di sekitar air terjun tidak jarang membuat tubuh kita menjadi kuyup.

Patuhi setiap aturan yang ada di sekitar lokasi air terjun, seperti larangan untuk tidak berenang atau mendekati posisi jatuhnya air terjun, juga larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan dsb.

Gunakan sepatu atau sandal yang alasnya tidak licin. Untuk yang membawa tustel atau kamera, jagalah senantiasa agar tidak terkena uap air dan cipratan air.

Selain air terjun alami, sekarang ini terdapat pula air terjun buatan. Untuk menggerakkan dan mengalirkan airnya, diperlukan sebuah mesin khusus. Air terjun buatan ini bisa kita tempatkan di salah satu sudut taman rumah kita. 

Manfaat air terjun buatan selain untuk menambah estetika taman rumah, juga untuk membuat udara lebih sejuk. Sebagaimana diketahui, uap air yang dihasilkan air terjun menyebabkan suhu di sekitarnya menjadi lebih rendah. Ini bisa menjadi penyeimbang suhu secara keseluruhan.


Djoko Subinarto

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar