Pemkot Bandung Ungkap Alasan Pembangunan Rudet Tamansari Terus Ditunda

  Kamis, 07 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Lokasi yang akan dibangun Rumah Deret Tamansari, Kota Bandung. (Arfian Jamul/ayobandung) Area lampiran

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Proses pembangunan rumah deret (rudet) di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan hingga saat ini masih tertunda. 

Pemerintah Kota Bandung belum dapat melanjutkan pembangunan bangunan vertikal tersebut yang proses pengosongan areanya telah berlangsung sejak 2017.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Agus Hidayat mengatakan, saat ini sebanyak 90% area di kawasan tersebut telah dikosongkan. Meski demikian, pembangunan tidak serta merta dapat dilakukan.

"Pembangunan terus berprogres, 90% sudah clear, tapi masih ada yang belum clear. Masih ada ganjalan, teknis dan non-teknis," ungkapnya ketika ditemui di Bala Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

"Ganjalan" tersebut tak lain merupakan 10% bangunan dan sejumlah warga yang masih memilih bertahan di lokasi, di antara reruntuhan. Agus menuturkan, sisa rumah yang masih berdiri tersebut berada di akses jalan sehingga menyulitkan pihak yang akan membangun.

AYO BACA : Izin Lingkungan Sah, Pembangunan Rumah Deret Tamansari Dipercepat

"Kita juga sudah berpikir untuk membangun saja dulu di 90% lahannya, tapi yang 10% itu alses jalan. Kalau harus muter, enggak mungkin," ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini proses gugatan antara warga yang masih bertahan dengan pihak Pemkot Bandung masih berlangsung. Pihaknya berupaya untuk terus melakukan proses sosialisasi.

Adapun besaran anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan rudet Tamansari dari APBD Kota Bandung di 2020 meningkat dibandingkan tahun ini. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh anggaran tahun ini yang tak terserap maksimal.

"Tahun sekarang Rp21 miliar. Kita coba ajukan lagi di 2020 sebesar Rp55 miliar agar lekas selesai," jelasnya.

Dirinya juga menjamin mayoritas warga yang telah sepakat tetap dapat melanjutkan kesehariannya di tempat tinggal sementara mereka.

"Warga yang pro masih aman, sudah teranggarkan," ungkapnya.

AYO BACA : Benarkah Milenial Susah Punya Rumah? Ini Tahapannya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar