Kekurangan Protein Pengaruhi Suasana Hati? Ini Kata Pakar

  Selasa, 05 November 2019
Ilustrasi kekurangan protein bisa memengaruhi suasana hati. (Pixabay/Ryan McGuire)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kurang protein selama ini sering diasosiasikan dengan masalah pertumbuhan yang terhambat seperti stunting maupun penurunan kualitas tulang dan gigi.

Namun, tahukah Anda bahwa kurang protein ternyata dapat mempengaruhi suasana hati bahkan kesehatan mental?

AYO BACA : Ini Alasan Ketika Bahagia Bisa Langsung Sedih

Pakar gizi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Scmengatakan, seseorang yang kekurangan protein, termasuk protein hewani, memiliki risiko masalah kesehatan lebih tinggi dalam berbagai aspek.

Sejumlah aspek itu mulai dari terhambatnya pertumbuhan yang dapat menyebabkan stunting dan gangguan kognitif, anemia, gangguan kondisi fisik, dan organ tubuh, kualitas tulang, gigi, rambut dan kulit, hingga mempengaruhi emosi dan kesehatan mental seseorang.

AYO BACA : Cara Menangani Perasaan Takut Jatuh Cinta

Saptawati menjelaskan, otak membutuhkan “cairan pembawa pesan” yang disebut dengan neurotransmiter.

"Neurotransmiter itu di otak mengantarkan rangsangan dari luar baik itu rangsangan menyenangkan atau tidak, lalu diolah otak dan menunjukkan otak harus merespons apa. Kalau kekurangan protein, kemampuan neurotransmiter berkurang sehingga menyebabkan terhambatnya respons dan suasana hati," kata Prof. Saptawati.

Meski demikian, kekurangan protein merupakan satu dari sekian faktor yang dapat memengaruhi suasana hati. Faktor lainnya adalah dehidrasi dan kekurangan omega 3.

Beberapa sumber protein terbaik adalah produk susu sapi, daging, telur, unggas, ikan, serta kacang-kacangan.

AYO BACA : 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar