Polisi Ungkap Misteri 39 Mayat Asal Cina di dalam Truk di Inggris

  Sabtu, 26 Oktober 2019   Republika.co.id
Tim forensik memeriksa truk tempat ditemukan 39 jenazah yang diduga warga China di Thurrock, Selatan Inggris pada Rabu (23/10/2019). (Reuters)

LONDON, AYOBANDUNG.COM – Proses identifikasi 39 jenazah yang diyakini asal Cina mulai dilakukan, Jumat (25/10). Cina menyerukan agar orang-orang yang terlibat dalam kematian mereka dihukum berat.

Pemeriksaan awal dilakukan mulai Jumat terhadap 11 jenazah dari 39 jenazah yang ditemukan pada Rabu (23/10) dini hari. Tim termasuk ahli forensik ingin memastikan identitas, penyebab kematian, dan siapa yang terlibat dalam jaringan penyelundupan manusia.

Dari 39 mayat yang ditemukan terdiri atas delapan wanita dan 31 pria. Mereka dikunci dalam truk pada suhu serendah -25 Celcius selama setidaknya 10 jam setelah tiba di pelabuhan Zeebrugge, Belgia, pada Selasa (22/10) sore.

Menurut polisi, proses identifikasi akan memakan waktu. Sedangkan, bedah autopsi dilakukan untuk memastikan cara para korban tewas.

"Ini investigasi terbesar untuk tipe ini yang pernah dilakukan Kepolisian Essex dan tampaknya akan membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai pada kesimpulan," ujar Kepala Kepolisian Essex Ben-Julian Harrington.

Menurutnya, pihak berwenang memastikan agar jenazah diperlakukan dengan penuh rasa hormat. Sementara, Badan Kejahatan Nasional yang bertugas menangani kejahatan besar dan terorganisasi dilibatkan dalam investigasi. Mereka bertugas untuk mengidentifikasi geng yang terlibat kejahatan ini.

Kedutaan Besar Cina di London menyatakan, telah mengirimkan tim mereka ke Essex. Sedangkan, juru bicara Kementerian Cina Hua Chunying mengatakan, polisi masih belum dapat menyimpulkan kewarganegaraan para korban.

"Semoga pihak Inggris dalam sesegera mungkin mengonfirmasi dan memverifikasi identitas para korban, memastikan apa yang terjadi, dan menghukum berat pelaku kejahatan yang terlibat dalam kasus ini," tegasnya dalam keterangan pers harian.

Selama bertahun-tahun, imigran ilegal berupaya mendarat di Cina dengan menggunakan truk. Kadang, mereka datang dari Eropa daratan. Pada 2000 silam 58 warga Cina ditemukan tewas dalam truk tomat di pelabuhan Dover.

Sejak di Belgia
Pejabat Belgia mengonfirmasi 39 mayat yang ditemukan dalam truk telah terjebak di dalam sejak tiba di pantai Belgia dalam perjalanan ke Inggris. Ketika investigasi berjalan cepat, polisi mengamankan pengemudi truk yang ditangkap di lokasi penemuan. Penyelidikan meluas untuk melibatkan pihak berwenang di Irlandia, Belgia, dan Cina.

Perusahaan Irlandia yang memiliki truk itu, Global Trailer Rentals, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan polisi. Mereka bersikeras menyatakan, tidak memiliki hubungan dengan pengemudi bernama Mo Robinson yang berusia 25 tahun.

Kini, fokus penyelidikan dilakukan pada pergerakan truk sebelum tiba di pelabuhan Purfleet, Inggris, beberapa jam sebelum ditemukan. Kepala eksekutif pelabuhan Zeebrugge di Belgia, Joachim Coens, mengatakan, kontainer itu tidak akan dibongkar setelah tiba di sana pada pukul 14.49 waktu setempat.

"Wadah berpendingin di zona pelabuhan sepenuhnya disegel. Selama cek, segel diperiksa, seperti pelat nomornya. Pengemudi diperiksa oleh kamera," katanya.

Wali Kota Bruges, Dirk de Fauw, mengatakan, truk direkam sampai kedatangan dari feri. Untuk mematahkan segel yang sudah dibuat dan memasukkan 39 orang akan sangat sulit.

"(Untuk) mematahkan segel, membawa 39 orang ke dalamnya dan memasang segel baru tanpa diketahui, kesempatan itu sangat kecil," ujarnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar