Status Tangkuban Parahu Normal, Kunjungan Wisatawan Sudah Dibuka

  Senin, 21 Oktober 2019   Republika.co.id
Wisatawan di Gunung Tangkuban Parahu. (ayobandung/Kavin Faza)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status vulkanologi Gunung Tangkuban Perahu dari level II yaitu waspada menjadi level I atau normal. Dengan begitu, aktivitas kunjungan wisatawan di objek taman wisata alam tersebut sudah bisa dilakukan per Senin (21/10/2019) pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu mengalami erupsi pada 26 Juli 2019. Erupsi kembali terjadi pada 2 Agustus sehingga PVMBG menaikkan status vulkanologi dari level normal ke level waspada. Aktivitas wisata pun ditutup saat itu hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan, berdasarkan data visual dan evaluasi yang dilakukan secara komperhensif. Status Gunung Tangkuban Perahu diturunkan menjadi normal. Selain itu, aktivitas wisata bisa kembali dibuka secara normal.

AYO BACA : Arsitektur Gedung DPRD KBB Adopsi Tangkuban Parahu dan Boscha

"Pada hari ini 21 Oktober 2019 terhitung sejak jam 09.00 WIB dinyatakan Gunung Tangkuban Perahu diturunkan dari level II waspada menjadi level I normal. Dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di bibir kawah dan masuk di kawah aktif," ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantor PVMBG, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, berdasarkan data pemantauan visual diketahui tidak terjadi erupsi, tidak terdapat emisi abu dan embusan gas relatif stabil dan rendah. Sementara itu, dari sisi instrumen seismik, getaran, dan deformasi kembang kempisnya gunung menurun dan stabil.

Ia menambahkan, tidak ditemukan data indikasi akan terjadi inflasi pengembungan. Kemudian gas vulkanik yang keluar di sekitar bibir kawah relatif kondisinya di bawah ambang batas dan cenderung menurun.

AYO BACA : Dua Bulan 'Nganggur', Ribuan Pedagang Tangkuban Parahu Surati PVMBG

"Gunung sudah normal dan aman. Terpantau bagus dengan sangat baik. Sejak satu bulan terakhir tidak terjadi erupsi apalagi disertai emisi abu. Hanya asap putih dengan ketinggian rata-rata 50 meter," ungkapnya.

Kasbani menambahkan, sejak 1 Oktober kemarin hingga Minggu (20/10/2019), energi vulkanologi menurun dan stabil serta terjadi deflasi atau pengempisan dari gunung. Artinya, menurutnya, tidak terdapat desakan magma dari bawah gunung.

"Dari pemantauan, tidak ada kandungan gas berbahaya relatif di bawah ambang batas dan aktivitas vulkanik menurun dan stabil," katanya. Dengan kondisi saat ini, pihaknya mengharapkan masyarakat tetap tenang dan berkoordinasi dengan PVMBG serta pos pemantauan.

"Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemda dan mendapatkan informasi PVMBG," katanya.

AYO BACA : Proses Evaluasi Tangkuban Parahu Sudah 50%

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar