SP2020, Sensus Penduduk Lintas Generasi

  Selasa, 15 Oktober 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen
Ilustrasi penduduk. (Dok. BPS RI)

Sensus penduduk merupakan bagian dari kegiatan Badan Pusat Statistik yang bertujuan menghasilkan data dasar kependudukan untuk keperluan perencanaan pembangunan dan sistem perstatistikan nasional sesuai dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Setelah masa kemerdekaan di Indonesia sensus penduduk telah dilakukan sebanyak 6 kali, melewati sekitar 5 generasi selama kurun waktu kurang dari 100 tahun. Sensus penduduk yang ketujuh akan segera berlangsung pada tahun 2020.

Sensus penduduk pertama berlangsung pada tahun 1961, yang bisa dikatakan sebagai zamannya Generasi Baby Boomers. Generasi dengan tahun kelahiran sebelum tahun 1960,  pada saat itu masa-masa perang telah berakhir dan perlu penataan ulang kehidupan, sehingga banyak keluarga yang memiliki banyak anak.

Tidak banyak yang bisa dicatat dari sensus saat itu karena kegiatan penghitungan jumlah penduduk masih dilakukan secara sederhana. Selain menggunakan cara penghitungan secara menyeluruh, sensus yang pertama juga melakukan penghitungan secara sampel untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh petugas sensus seperti di Irian Jaya dan Timor Timur.

Angka sementara dari hasil sensus saat itu untuk seluruh Indonesia adalah 79.085.348 jiwa. Publikasi BPS mengenai Sensus Penduduk 1961 menjelaskan bahwa belum semua daerah tingkat dua dapat melaporkan hasil sensus penduduknya. Angka-angka yang diumumkan oleh Biro Pusat Statistik waktu itu baru meliputi 93% dari jumlah seluruh penduduk dan yang 4% diberikan angka taksiran berdasarkan hasil pendaftaran rumah tangga sekitar Maret 1961.  Sedangkan yang 3% angkanya diperkirakan berdasarkan laporan rutin pamong praja.

Sensus penduduk kedua yang berlangsung tahun 1971 pelaksanaannya diatur dalam dua cara. Cara pertama pencacahan dilakukan secara lengkap ditujukan kepada semua penduduk yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia untuk memperoleh keterangan dasar mengenai penduduk yaitu tentang umur, jenis kelamin dan kewarganegaraan.

Cara kedua dilakukan untuk memperoleh keterangan yang lebih lengkap dan terinci yaitu pencacahan secara sampel yang ditujukan kepada penduduk yang tinggal di wilayah blok-blok sensus terpilih. Dikatakan bahwa sensus kedua ini berlangsung pada jaman Generasi X yaitu generasi yang mempunyai tahun kelahiran 1961 sampai 1980.

Dari Sensus Penduduk 1971 diperoleh jumlah penduduk Indonesia sebesar  119.232.499 jiwa. Generasi X sendiri diperkirakan mendekati kisaran angka 50 juta jiwa yang tercatat pada Sensus Penduduk 1971 tersebut atau meliputi hampir setengah jumlah penduduk seluruh Indonesia.

Dari publikasi hasil Sensus Penduduk 1971 jumlah penduduk yang teridentifikasi berdasarkan umur 0-14 tahun sebesar lebih dari 52 juta jiwa dimana usia 0 sampai 10 tahun adalah usia Generasi X.

Pada tahun 1980 yaitu saat pelaksanaan sensus penduduk yang ketiga, diperkirakan jumlah Generasi X tercatat sekitar 50 % dari jumlah penduduk Indonesia pada saat itu. Berdasarkan hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk 1980 jumlah penduduk yang berumur 0 sampai 25 tahun tercatat sekitar 88 juta jiwa dimana sebagian besarnya adalah Generasi X yang berumur 0 – 19 tahun.

AYO BACA : Menuju Era Baru Sensus Penduduk Indonesia

Jumlah penduduk Indonesia saat itu berada di kisaran 147,5 juta Jiwa.  Sensus Penduduk 1980 ini sudah lebih mudah dalam pengolahan datanya dibanding sensus sebelumnya karena pada jaman Generasi X sudah mengenal adanya teknologi informasi melalui komputer yang mempermudah kehidupan manusia dalam berbagai hal termasuk dalam penghitungan hasil sensus penduduk.

Sensus penduduk keempat berlangsung tahun 1990, yaitu jamannya Generasi Y yang mempunyai tahun kelahiran 1981 sampai dengan 1994 atau yang lebih dikenal sebagai Generasi Milenial.

Di era ini, selain komputer sudah menjamur ditambah lagi semakin berkembangnya segala fasilitas berbasis komputer dan kecanggihan internet menjadikan generasi ini mudah mendapatkan informasi secara cepat, termasuk informasi mengenai sensus penduduk.

Jumlah Generasi Milenial tercatat sekitar 44,3 juta jiwa, masih di bawah jumlah Generasi X yang sebelumnya telah mengalami 2 kali sensus penduduk. Jumlah Generasi X saat Sensus Penduduk 1990 masih dominan yaitu di kisaran 72,1 juta jiwa, selebihnya adalah Generasi Baby Boomers yang masih ada yaitu sekitar 62,8 juta jiwa.  Jumlah penduduk Indonesia sendiri saat itu sebesar 179,3 juta jiwa.

Tahun 2000 adalah tahun dimana telah dimulai generasi berikutnya setelah jaman milenial yaitu Generasi Z yang mempunyai tahun kelahiran 1995 sampai dengan tahun 2010. Bahkan ada yang menentukan tahun kelahiran Generasi Z adalah sampai tahun 2014. Pada tahun 2000 ini diadakan sensus penduduk yang kelima. 

Hasil Sensus Penduduk 2000 mencatat Generasi Z sedikitnya 24,5 juta jiwa, atau sekitar 12 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia, masih belum menunjukkan jumlah yang mencolok karena generasi ini baru 5 tahun hadir.

Dibandingkan dengan Sensus Penduduk tahun 1961 sampai dengan 1990 yang masih menggunakan dua cara yaitu sensus lengkap dan sampling, Sensus Penduduk tahun 2000 sudah mulai melakukan penghitungan secara lengkap seluruhnya. Data yang dihasilkanpun menjadi lebih bervariasi.

Sensus ini selain bertujuan untuk menghitung jumlah penduduk, juga dilakukan untuk menentukan pertumbuhan, persebaran, kepadatan dan komposisi penduduk. Penduduk Indonesia hasil Sensus Penduduk tahun 2000 berkisar di angka 206,2 juta jiwa.

Sensus penduduk di Indonesia yang keenam berlangsung tahun 2010 juga masih di era Generasi Z, karena generasi berikutnya masih belum muncul. Sensus ini masih menggunakan cara-cara seperti Sensus Penduduk 2000.

Pengambilan data dilakukan secara de jure dan de facto untuk seluruh penduduk Indonesia. Hasil Sensus Penduduk 2010 mencatat jumlah Generasi Z semakin berkembang yaitu sekitar 73 juta jiwa di seluruh Indonesia, melampaui jumlah penduduk generasi-generasi sebelumnya. Jumlah penduduk Indonesia saat itu ada di kisaran 237,6 juta jiwa dengan komposisi Generasi Z sebanyak  30,7 %, Generasi Y atau Generasi Milenial sebanyak 26,23 %, Generasi X 28,37 % dan sisanya yaitu Generasi Baby Boomers sekitar 14,7 %.

AYO BACA : Sensus Penduduk 2020 Akan Dilakukan Mandiri dan Daring

Sensus penduduk yang ketujuh akan berlangsung tahun 2020 dimana sudah mulai dilahirkan generasi baru kelanjutan Generasi Z yang disebut Generasi Alpha, yang mempunyai tahun kelahiran 2010 sampai sekarang.

Generasi Alpha ini terlahir di jaman teknologi yang semakin berkembang pesat dan di usia dini mereka sudah mengenal dan berpengalaman menggunakan gadget, smartphone dengan kecanggihan teknologi masa kini.

Sama seperti Generasi Z, Generasi Alpha juga dapat dikatakan berkembang dan hidup dalam masa digital.

Terlepas dari perbedaan tahun kelahiran tersebut, para ilmuwan sepakat kalau kedua generasi terakhir ini adalah orang-orang yang lahir di generasi internet, generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet. Riset yang pernah dilakukan di Pulau Jawa dan Bali oleh Tirto.id pada tahun 2017 mengemukakan ciri-ciri Generasi Z antara lain berpikiran terbuka, menghendaki perubahan sosial, sanggup berkompromi dan asyik dengan teknologi.

Dilihat dari kecenderungan tersebut, mungkinkah sensus penduduk kali ini dipersiapkan sedemikian rupa untuk menyasar Generasi Z agar berpartisipasi secara langsung dalam mencatat Indonesia. Jika benar demikian maka penghematan sudah bisa dilakukan karena biaya yang seharusnya digunakan untuk pengadaan jumlah petugas yang lebih besar sudah bisa dipangkas.

Pada sensus penduduk yang akan berlangsung tahun depan, Badan Pusat Statistik sudah mulai melakukan banyak persiapan, mengingat sensus yang akan datang ini akan menggunakan cara yang diperbaharui.

Sensus Penduduk 2020 dikatakan istimewa karena bisa dilakukan secara online oleh seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi langsung. Sensus penduduk ini juga mendata lima generasi yang telah disebutkan di atas. Selain pendataan penduduk yang akan dilakukan secara lengkap, Sensus Penduduk 2020 juga akan menggunakan cara baru. Target SP2020 adalah menyediakan data jumlah penduduk, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan Indonesia.

Tidak seperti sensus penduduk tahun-tahun sebelumnya, Sensus Penduduk 2020 akan beralih menggunakan combine method, yaitu pemanfaatan Data Administrasi Kependudukan dari Dukcapil yang kemudian diperbaharui atau update data mandiri oleh masing-masing penduduk atau dikawal oleh petugas sensus.

Pendataan mandiri melalui CAWI (Computer Assisted Web Interviewing) yakni masyarakat yang melakukan pendataan secara mandiri atau yang lebih dikenal dengan sebutan online melalui Link: https://sensus.bps.go.id.

Penggunaan sistem CAWI akan mempermudah pendataan secara langsung oleh penduduk yang bersangkutan terutama jika itu adalah Generasi Z yang melek teknologi. Petugas sensus yang dilatih lebih ditujukan untuk pendataan menggunakan metode CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) atau PAPI (Pen/Pencil and Paper Interview) untuk mendata masyarakat yang kurang antusias dengan sistem online atau juga mereka yang lahir sebelum Generasi Milenial. Namun petugas sensus juga harus menguasai metode CAWI untuk membantu masyarakat yang ingin mencatat sendiri jiwa dan raganya sebagai bangsa Indonesia.

Terlepas dengan berbagai cara tersebut, sebagai bagian dari generasi yang ada di Indonesia hendaknya jangan sampai luput atau tidak tercatat pada perhelatan Sensus Penduduk 2020.

Ir. Juli Triani, Statistisi BPS Provinsi Jawa Barat.

AYO BACA : Sensus Penduduk 2020 Menuju Satu Data Kependudukan

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar