Siap-siap, Warga Bandung Harus Bayar Rp5.000 untuk Kantong Plastik

  Jumat, 11 Oktober 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi -- Pegiat komunitas pecinta lingkungan menawarkan kepada warga untuk menukar sampah botol plastik dengan botol minuman ramah lingkungan pada hari bebas kendaraan, di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (29/9/2019). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani, menyatakan mulai 2020 masyarakat Bandung akan dikenakan biaya Rp3.000 sampai Rp5.000 dalam setiap pembelanjaan yang menggunakan kantong plastik.

Kebijakan itu ia sebut sebagai salah satu penerapan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 17 tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Perwali tersebut baru saja resmi dikeluarkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

"Kisaran Rp3.000 sampai Rp5.000, namun kita perlu kajian lebih lanjut untuk masalah itu, mungkin saja ada masyarakat yang belum terwakili dan belum setuju setelah survei tentang harga plastik itu," kata Kamalia, Kamis (11/10/2019).

AYO BACA : Kantong Plastik Gratis Resmi Dilarang di Bandung

Menurutnya, kebijakan itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah kantong plastik dari hulu yakni pusat perbelanjaan atau pertokoan yang kerap menggunakan kantong plastik ketika masyarakat berbelanja.

Selain itu ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Masyarakat bisa membawa kantong non plastik atau yang lebih ramah lingkungan.

"Kalau tidak mau dibebani biaya itu (kantong plastik), masyarakat harus membawa kantong masing-masing dari rumahnya, kan gampang. Kantung ramah lingkungan itu sudah tersedia di mana-mana," kata dia.

AYO BACA : Berani Gunakan Plastik di Bekasi, Siap-siap Diciduk Satgas

Sebelumnya, konsep kantong plastik tidak gratis ini sudah pernah diujicobakan secara nasional pada 2016 lalu. Kota Bandung saat itu tercatat telah mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 42%.

Dengan demikian, pihaknya akan mewajibkan seluruh penyedia dan pelaku usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis dan mengurangi penyediaan kantong plastik secara bertahap hingga mencapai 100% pada 2025.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat Hendri Hendarta mengatakan pihaknya akan melanjutkan inisiatif pengurangan sampah plastik itu dengan mengimbau kepada gerai-gerai toko modern di bawah naungan Aprindo. Dia menyebut hal itu sudah diterapkan sejak Maret 2019 lalu dan berlaku secara nasional.

"Kita juga mengajak konsumen tatkala berbelanja untuk membawa kantong atau tas belanja yang bisa dipakai berulang (reusable bag)," kata Hendri.

AYO BACA : Cara Anak Indonesia Bijak Gunakan Plastik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar