Arsitektur Gedung DPRD KBB Adopsi Tangkuban Parahu dan Boscha

  Kamis, 10 Oktober 2019   Tri Junari
Desain arsitektur gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Tri Junari/Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Arsitektur gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kini masuk tahap pematangan lahan dan pendirian tiang pancang, mengadopsi bentuk dari Gunung Tangkuban Parahu yakni perahu terbalik dan Observatorium Boscha.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Anugrah memaparkan, sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) gedung wakil rakyat itu memiliki lima lantai. Terdiri dari ruang fraksi, komisi, ruang rapat, dan ruang istirahat.

Arsitektur bangunan berupa perahu terbalik, sementara di bagian atas gedung diberi kubah seperti kubah Bosscha. Ada juga ruangan di bagian atasnya seperti ruangan di bagian atas Gedung Sate untuk jamuan terbatas.

"Kami hanya menyerahkan konsepnya, karena desain itu dari pihak konsultan. Dipilihnya Bosscha dan Tangkubanperahu karena keberadaan keduanya telah menjadi ikon yang sangat melekat dengan Kabupaten Bandung Barat," kata Anugrah, Kamis (10/11/2019).

AYO BACA : Pembangunan Gedung DPRD KBB Masuk Tahap Pematangan

Gedung itu akan berdiri diatas lahan seluas dua hektar, namun karena berdiri di Kawasan Bandung Utara (KBU) aturan menyebut luas bangunan tak boleh melebihi 30% total luas lahan.

"Sisanya ruang terbuka hijau, karena masih di KBU sekitar 1 kilometer sebelah utara Kantor Pemkab saat ini," terangnya.

Menurutnya, untuk membangun gedung DPRD yang monumental ini dibutuhkan anggaran total Rp142 miliar. Sekarang Pemerintah Daerah baru memiliki anggaran Rp22 miliar diperuntukkan bagi pematangan lahan dan tiang pancang.

"Proyeksinya gedung DPRD ini akan menunjang tugas dewan sehingga kedepan rapat dewan tidak lagi menyewa hotel," jelasnya.

AYO BACA : 50 Anggota DPRD KBB Sedot Anggaran Rp2 Miliar/Bulan

Kabid Tata Bangunan dan Gedung Permukiman Jasa konstruksi pada, Yoga Rukma Gandara menerangkan, pengerjaan pematangan lahan dan tiang pancang sudah dimulai sejak tiga minggu terakhir.

Lahan yang akan dimatangkan seluas dua hektar dengan sistem trapt, akan dibangun 150 tiang pancang bagi gedung wakil rakyat itu.

"Untuk bangunannya nanti sekitar 1.000 meter persegi, terdiri dari lima lantai dan atasnya desain observatorium Boscha," ungkapnya. 

Menurutnya, pematangan lahan dan tiang pancang ini akan selesai pada Desember 2019, dia berharap progres pembangunan berjalan lancar tak terganggu musim penghujan.

"Sesuai kontrak kerja Desember ini sudah selesai, untuk tahap selanjutnya belum tahu apakah ada sharing anggaran dari provinsi atau tidak," pungkasnya.

AYO BACA : Rismanto Resmi Jadi Ketua DPRD Bandung Barat Periode 2019-2024

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar