Disparbud Jabar Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Lewat 'Siraru'

  Rabu, 09 Oktober 2019   Dadi Haryadi
Ribuan wisatawan memadati Pantai Pangandaran. (istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Provinsi Jawa Barat memiliki 1.924 destinasi wisata dengan karakteristik yang berbeda-beda. Untuk menggenjot angka kunjungan wisatawan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwista dan Kebudayaan (Disparbud) sudah memiliki formula melalui pendekatan digital.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, pihaknya kini memiliki Sistem Pariwisata Terpadu (Siraru) yang dapat mengitegrasikan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota dan stake holder penyedia jasa wisata.

"Siraru ini adalah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata," ujar Dedi di sela soft launching Siraru, di Aryaduta Hotel, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019).

AYO BACA : Genjot Kunjungan Wisatawan, Pemprov Jabar Bakal Gelar 262 Event Kepariwisataan di 2019

Dia menyampaikan, program Siraru ini dapat diakses masyarakat melalui ponsel pintar yang dapat diunduh melalui playstore. Isinya berkaitan dengan informasi dari mulai kuliner, hotel, juga transportasi yang dapat digunakan menuju lokasi tempat wisata.

"Siraru ini akan kita launching bersamaan dengan West Java Festival bulan November nanti," katanya.

Dedi memastikan, beragam data lokasi pariwisata pada program Siraru terus diperbaharui secara bertahap. Untuk itu, ia menggandeng berbagai elemen, dari asosiasi hotel, travel, pelaku kuliner dan lain-lain.

AYO BACA : Setahun Emil-Uu, Pariwisata Digenjot Jadi Penggerak Ekonomi Jabar

"Kemudian domain yang berkaitan dengan pengisian (informasi) dan lain sebagainya itu akan diisi oleh bank bjb," ucapnya.

"Ada empat kuadran di situ, ada intelegent tourism service, ada nanti walking space, pasar digital dan ada MPD itu mobile posision data.

Bersamaan dengan soft launching Siraru, pihaknya pun melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pihak terkait. Di mana pada kegiatan ini dihadiri pula oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), bank bjb, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Organda, Kepala Disparbud kupaten/kota dan OPD terkait.

"Kemudian FGD ini dengan Bappeda tentang perencanaan dan penganggaran. Jadi kita kolaborasikan semuanya," pungkasnya.

AYO BACA : Jabar sebagai Provinsi Pariwisata, Mungkinkah?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar