Permainan Tradisional Didorong Masuk Kurikulum Nasional

  Selasa, 24 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Kak Seto. (ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Ketergantungan pada gawai dan padatnya tugas sekolah dinilai menjadi hal yang dapat memicu rasa stress dan tertekan pada anak. Padahal, seyogyanya anak usia sekolah harus memiliki waktu bermain yang cukup agar dapat bersosialisasi dengan teman sebaya sehingga merasa bahagia.

Hal tersebut disampaikan psikolog anak Seto Mulyadi selepas menghadiri acara gerakan sosial Jam Main Kita di Gedung Sate, Bandung, Selasa (24/9/2019). Pria yang akrab disapa Kak Seto tersebut mengatakan, berdasarkan penelitian kandidat doktor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang dirinya dampingi, perisakkan atau bullying terjadi di 70% Sekolah Dasar di Jawa Barat.

AYO BACA : Saung Jurasep 3, Sajikan Menu Tradisional Berbeda

"Anak berarti merasa stress dan tertekan. Bermain permainan yang bersifat sosial dan dilakukan secara kelompok bisa menghindarkan anak dari perilaku menyimpang karena tekanan dunia pendidikan," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya mendorong permainan anak, termasuk permainan tradisional, dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Seto menilai penerapan waktu bermain anak harus digalakkan mulai tingkat daerah.

AYO BACA : Pemkot Bandung Pelajari Pasar Tradisional di Solo

"Pada 4 Mei lalu kami juga sampaikan kepada Menteri Pendidikan agar permainan anak tradisional ini masuk ke kurikulum nasional. Di tingkat kabupaten dan kota, kegiatan bermain di luar sekolah ini sebaiknya digalakkan kembali. Ini juga bagian dari pendidikan olahraga anak," jelasnya.

Dia mengatakan, keseimbangan antara belajar dan bermain adalah kunci pendidikan yang baik. Hal tersebut jugaddapat mendorong tumbuh kembang anak yang optimal.

"Anak punya hak belajar, bukan wajib belajar. Kurikulum seharusnya dibuat untuk anak, bukan anak untuk kurikulum. Anak punya hak untuk belajar secara menyenangkan. Intinya adalah belajar agar tumbuh kembang anak lebih optimal," paparnya.

AYO BACA : 1.500 Siswa PAUD Tampilkan Seni Tradisional di Taman Lalu Lintas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar