Ridwan Kamil: Media Massa Garda Depan Perangi Hoaks

  Selasa, 17 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Acara Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) 'Silaturahmi Gubernur dengan Pimpinan Media Massa' di Nara Park, Kota Bandung, Selasa (17/9/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM--Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai media massa memiliki peran penting dalam memerangi hoaks. Pemberitaan yang lengkap dan komperhensif dianggap sebagai salah satu 'senjata utama' untuk mengimbangi maraknya berita bohong di dunia maya.

"Di masa depan, media yang bisa memberi informasi secara komprehesif dan lengkap sangat dibutuhkan untuk mengimbangi berita-berita hoaks yang seringkali meresahkan," ungkapnya ketika ditemui selepas menghelat Silaturahmi dan Diskusi Gubernur Jabar dengan Para Pimpinan Media Massa di kafe Nara Park Bandung, Selasa (17/9/2019).

AYO BACA : Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Dwitunggal

Dalam acara yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB hingga petang tersebut, Emil--sapaan akrab Ridwan Kamil, didampingi Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, melangsungkan diskusi dan sesi tanya jawab dengan para pimpinan redaksi berbagai media massa lokal maupun nasional di Kota Bandung.

"Saya undang media, kita kerjasama jangan sampai kita jadi masyarakat yang mudah diadu domba oleh berita bohong. Ini jadi tanggung jawab media, dan diakselerasi oleh kita sebagai pengambil keputusan," ungkapnya.

AYO BACA : Ratusan Hoaks dalam Seminggu, Ridwan Kamil: Berpotensi Rugikan Ekonomi

Salah satu yang dirinya tekankan adalah bagaimana masyarakat dan media dapat menyampaikan kritik terhadap pemerintahan dengan senantiasa berbasis fakta.

"Kritik itu protein bagi kepemimpinan, oleh karenanya harus berbasis fakta. Kritik dan kebencian kan bedanya tipis. Saya rasa harus dilatih juga oleh media," jelasnya.

Dirinya juga berharap media dapat melalukan sosialisasi terhadap hal-hal yang telah dikerjakan oleh pemerintahannya.

"Kami menyadari kalau pembangunan yang kami lakukan banyak, tapi tidak terasa di masyarakat bisa jadi karena kurang disosialisasikan. Maka peran itu penting," ungkapnya.

AYO BACA : Pemprov Jabar Luncurkan Program Saber Hoaks

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar