Rumah Tapak Ciseureuh Garut yang Begitu Memprihatinkan

  Selasa, 17 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Rumah Tapak Ciseureuh Garut. (Dok. Dedi Sofwan)

Rumah Tapak tempat penampungan korban banjir bandang Garut pada 2017 lalu kondisinya kini begitu memprihatinkan. Rumah Tapak ini berada di Kampung Ciseureuh RW 23, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Tempat hunian baru yang dihuni para korban banjir bandang tersebut sampai saat ini tidak memiliki sarana pendukung lingkungan seperti akses jalan, penerangan jalan umum, sistem drainase, dan instalasi listrik.

Bukan itu saja, bau menyengat yang berasal dari aliran air pembuangan limbah kulit Sukaregang sangat menyesakkan dada. Sarana ibadah seperti masjid bahkan terpaksa menumpang pada bangunan tempat pengolahan sampah.

Menurut keterangan dari Ketua RW 23, Yana, Minggu (15/9/2019) banyak sarana yang tidak memadai di Rumah Tapak Ciseureuh tersebut, Jika pun ada, sarana itu belum dapat digunakan.

"PJU dan jalan sudah diupayakan ke Dinas Perhubungan namun jawabannya masih menunggu lelang, masalah masjid sudah ke BPBD namun sampai hari ini belum juga dibikinkan," ucapnya.

Tidak adanya drainase juga membuat resah penghuni. Ketika sudah masuk musim penghujan, air dipastikan akan mengalir ke dalam rumah. Keberadaan tower penampung air hingga kini masih tidak bisa mencukupi kebutuhan warga. Masyarakat bahkan tidak berani menggunakannya untuk minum.

"Kalau air untuk minum kami terpaksa membeli air galon karena air yang berasal dari toren tidak berani kami minum soalnya berbau dan kadangkala ada warna kuningnya," kata Yana.

Warga penghuni Rumah Tapak Ciseureuh juga berharap upah kerja mereka selama dua minggu dapat segera dibayarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"Sudah dua minggu pekerja tidak dibayar upahnya, mulai dari tukang sampai laden, kami bingung harus mengadu kepada siapa agar perut kami dapat terisi dari upaya dan keringat kami," ungkap dia.

 

Dedi Sofwan

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar