3 Kasus Keracunan Massal di Sukabumi, 325 Orang Jadi Korban

  Selasa, 17 September 2019   M. Naufal Hafizh
Keracunan massal di Sukabumi. (istimewa)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Sukabumi mencatat, dalam kurun waktu sepekan terakhir, terjadi tiga kasus keracunan massal di tiga lokasi berbeda di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali itu. Total korban keracunan tersebut mencapai 325 orang.

"Dari pendataan yang kami lakukan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi serta intansi terkait, seperti TNI dan Polri ada ratusan warga yang menjadi korban keracunan, dua di antaranya meninggal dunia," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPDB Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa (17/9/2019).

Kasus keracunan massal pertama terjadi pada Selasa (10/9/2019), yakni 111 buruh PT Royal Puspita di Kampung Angkrong, RT 43 RW 18, Desa Sudawenang, Kecamatan Parungkuda, akibat mereka mengonsumsi makanan yang dibeli di warung saat waktu istirahat.

AYO BACA : 21 Anak SDN 3 Kamasan Banjaran Diduga Keracunan Permen

Kasus kedua terjadi pada Selasa (10/9/2019) terjadi di Kampung Pangkalan, RT 01 RW 03, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, yang mengakibatkan 149 warga keracunan, bahkan dua di antaranya meninggal dunia.

Adapun dugaan penyebab keracunan massal itu usai mereka menyantap makanan yang dibagikan salah seorang warga saat acara tahlilan.

Kasus ketiga yang baru saja terjadi, yakni keracunan terhadap 65 warga di Kedusunan Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan pada Senin (16/9/2019) yang hingga Selasa ini, sejumlah warga masih menjalani pengobatan dan perawatan.

AYO BACA : Ini Jurus Cegah Keracunan Massal di Sukabumi Terulang

Dia mengatakan, kasus keracunan massal itu sudah ditangani pihak Dinkes Kabupaten Sukabumi. Menurut informasi, keracunan tersebut diduga akibat warga mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

"Seluruh korban sudah ditangani petugas gabungan dan berangsur pulih. Namun, untuk kasus terbaru yang terjadi di Kedusunan Ciangkrek, sebagian warga yang mengalami keracunan masih menjalani perawatan dan tiga di antaranya harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu," kata dia.

Daeng mengatakan, hingga saat ini petugas Unit Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sukabumi masih berada di Kedusunan Ciangkrek untuk melakukan pendampingan dan pendataan, serta membantu warga jika ada yang harus dievakuasi.

Medan yang berat ditambah akses ke lokasi sulit ditembus kendaraan roda empat sehingga untuk warga yang menjalani pengobatan harus dirawat di fasilitas umum yang ada di dusun tersebut, seperti ruang kelas.

Namun, tidak ada korban jiwa pada kasus keracunan massal di Desa Mekarasih itu.

AYO BACA : Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Hidangan Hajatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar