Habibie Berpulang, Santri Kehilangan

  Jumat, 13 September 2019   Erika Lia
Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq (kiri) berfoto bersama Presiden Ketiga RI, BJ Habibie (tengah) dalam sebuah kesempatan. (Istimewa)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Ketiga RI BJ Habibie dipandang sebagai idola para santri. Habibie merupakan salah satu referensi tauladan.

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq yang akrab disapa Kang Maman mengesankan Habibie sebagai sosoknya yang cerdas dan optimistis. Habibie dinilai selalu menebar energi positif.

Habibie disebutnya tokoh penting dan sentral yang menentukan arah masa depan demokrasi kala Indonesia mengalami transisi. "Ia bukan hanya jenius, tapi juga sukses membangun fondasi yang kukuh bagi demokrasi Indonesia," ungkapnya, Kamis (12/9/2019).

Baginya, Habibie merupakan tokoh idola yang inspiratif bagi kalangan santri. Habibie, kata dia, adalah seorang teknokrat yang romantis dan religius. 

AYO BACA : Habibie dan Cita-cita Mobil Nasional "Maleo"

"Waktu saya mondok di Jombang, Jawa Timur, ada slogan santri 'Berhati Mekah, Berotak Habibie'," kenang Anggota DPR RI terpilih Dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang ini. 

Dia menyebutkan, salah satu pemikiran besar yang selalu ditekankan Habibie berupa keseimbangan ilmu dan teknologi (iptek) dengan iman dan takwa (imtak). Tanpa alas peradaban moral yang tinggi, kemajuan teknologi tak akan berarti.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, ini, Habibie dikenal sosok religius yang taat beribadah termasuk rajin berpuasa. Agama, bagi Habibie, bukan hanya baju atau identitas, melainkan perilaku, tindakan, dan akhlaK atau teladan.  

Habibie, lanjutnya, bahkan merupakan salah satu tokoh yang dikagumi Presiden Keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. "Ada dua yang saya kagumi di Indonesia, pertama Pak Quraish Shihab dalam ilmu Agama dan kedua Pak Habibie dalam teknologi," kata Maman mengutip Gus Dur.

AYO BACA : Sebelum Meninggal, Habibie Tanyakan Film Habibie & Ainun

Dia menambahkan, Habibie yang mendorong ulama tafsir terkemuka, M Quraish Shibab menuliskan tafsir monumental yaitu Tafsir al-Misbah. Tafsir al-Misbah diketahui diselesaikan Quraish Shibab selama tiga tahun.

"Ini tak lepas dari jasa Pak Habibie yang telah menempatkan Pak Quraish di Mesir," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, menurutnya, Habibie pernah menyampaikan kenikmatan dari Allah sejatinya bukan sekedar iptek yang membuatnya bisa membuat pesawat terbang. Habibie mengungkapkan, ilmu agama lebih bermanfaat untuk umat.

Maman mengaku, kepergian Habibie merupakan kehilangan bagi para santri. Sebagai generasi penerus, pihaknya pun bermaksud mencetak santri seperti Habibie.

"Karena itu, PKB akan terus memperjuangkan disahkannya RUU Pesantren secepatnya," tegasnya.

AYO BACA : Sempat Perankan BJ Habibie, Ini Kesan Reza Rahadian

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar