Darurat Ruang Bermain Anak

  Rabu, 11 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen
Sejumlah anak bermain bola di bawah Jembatan Layang Pasupati. (Dok. Djoko Subinarto)

Kondisi sosial dan lingkungan fisik sebuah kota harus diupayakan untuk terus senantiasa bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan begitu, segenap warga kota, termasuk anak-anak dan remaja di dalamnya, dapat mengembangkan segenap potensi sekaligus menikmati kualitas kehidupan mereka secara maksimal.

Kota, sebagai salah satu bentuk umum dari organisasi sosial, mestinya bisa memperlengkapi dirinya dengan aneka fasilitas dan sarana bermain dan berkreasi yang diperlukan bagi anak-anak serta remaja. Para pengelola kota harus mau berkomitmen dan menjamin bahwa semua anak dan remaja harus bisa menikmati waktu luangnya antara lain dengan bermain dan berkreasi dengan aman serta nyaman.

Karenanya, selain menyediakan sebanyak mungkin ruang terbuka hijau (RTH), sebuah kota yang sehat perlu pula menyediakan sebanyak mungkin lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak dan remaja.

Secara garis besar, lahan bermain dan berkreasi ini mewujud dalam tiga kategori. Pertama, lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak berusia di bawah 8 tahun. Kedua, lahan bermain dan berkreasi bagi anak berusia antara 8-14 tahun. Dan ketiga, lahan bermain dan bekreasi bagi anak/remaja di atas 14 tahun.

Semua lahan bermain dan berkreasi ini tentu saja harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang bakal membuat anak-anak dan remaja betah bermain serta berkreasi secara aman dan nyaman sehingga mereka dapat mengeluarkan segenap ekspresi dan potensi mereka sekaligus melakukan eksplorasi seluas-luasnya.

Lahan bermain dan berkreasi ini idealnya dibangun tidak jauh dari pusat-pusat pemukiman warga. Jarak lahan bermain dan berkreasi bagi anak berusia di bawah 8 tahun sebaiknya tidak lebih dari 100 meter dari kompleks pemukiman. Sedangkan untuk lahan bermain dan berkreasi bagi anak yang berusia 8-14 tahun jaraknya adalah sekitar 400 meter dari pemukiman, sementara untuk lahan bermain dan berkreasi bagi anak/remaja di atas 14 tahun jaraknya adalah kurang lebih 1 kilometer dari pemukiman.

Di lahan bermain dan berkreasi inilah anak-anak dan remaja kita dapat bermain serta berkreasi bersama. Aneka bentuk dan jenis permainan, olahraga maupun kesenian dapat mereka lakukan di lahan bermain dan bekreasi ini. Bagi anak-anak, umpamanya, mereka bisa bermain ayunan, main bola, main bentengan, main gundu, memanjat pohon, sepedahan, main engklek, main gobak sodor, kucing-kucingan dan sebagainya.

Selain bermain dan berkreasi secara bebas sesuai dengan keinginan mereka, bisa juga mereka bermain dengan cara diarahkan. Pada momen-momen tertentu, misalnya, mungkin saja digelar acara khusus dengan menyajikan permainan atau bentuk-bentuk kesenian serta kaulinan tertentu yang disesuaikan dengan jenjang usia mereka.

Investasi masa depan

Menyadari betapa pentingnya aspek bermain dan berkreasi bagi anak-anak dan remaja, para pengelola kota di sejumlah negara terus berupaya memperbanyak jumlah lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak serta remaja. Mereka senantiasa memiliki target agar bisa menyediakan sebanyak mungkin lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak dan remaja di seluruh penjuru kota yang mereka kelola.

Tentu, dalam hal ini mereka harus rela merogoh kocek cukup dalam untuk dapat membangun lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak dan remaja ini, dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Namun, hal ini tidak menjadi soal buat mereka. Kenapa? Para pengelola kota itu yakin bahwa dengan menyediakan sebanyak mungkin lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak serta remaja sesungguhnya merupakan sebuah investasi masa depan yang nilainya tidak bisa diukur dengan nilai uang seberapa pun.

Investasi masa depan yang dimaksud adalah melahirkan generasi-generasi yang sehat secara fisik, intelektual, emosional, sosial maupun spiritual. Lahirnya generasi yang sehat secara fisik, intelektual, emosional, sosial serta spiritual akan berkontribusi berarti bagi terciptanya sebuah masyarakat yang sehat pula.

Sayangnya, ihwal betapa pentingnya menyediakan lahan bermain dan berkreasi bagi anak-anak dan remaja ini tampaknya masih belum sepenuhnya dipahami oleh para pengelola kota-kota kita. Yang terjadi adalah para pengelola kota di negeri ini cenderung lebih giat membangun hal-hal yang beraroma komersial demi mengeruk keuntungan finansial semata. Perhatikan saja, setiap jengkal ruang-ruang kota di negeri ini selalu diupayakan untuk dikomersialisasi.

Buntutnya, semakin sulit saja bagi anak-anak dan remaja kita untuk mendapatkan ruang yang menjadi haknya, yaitu ruang untuk bermain dan berkreasi. Padahal, adalah hak bagi semua anak dan remaja untuk bisa bermain dan berkreasi.

Sudah saatnya para pengelola kota-kota kita mulai memikirkan kembali pola pembangunan kotanya. Mohon berilah ruang lebih banyak bagi anak-anak dan remaja kita untuk bisa bermain dan berkreasi dengan sebebasnya, sepuasnya dan senyaman-nyamannya sehingga perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual mereka berjalan dengan baik.

Kita pasti tidak ingin anak-anak dan remaja kita tumbuh menjadi generasi yang sakit yang akhirnya melahirkan sebuah masyarakat yang sakit pula -- yang ditandai antara lain dengan tingginya obesitas, penyalahgunaan obat dan zat terlarang, meningkatnya gangguan jiwa, meningkatnya sikap antisosial, serta maraknya perilaku anarkistis.

 

Djoko Subinarto

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar