Museum Gedung Sate, Belajar Sejarah dengan Teknologi Tinggi

  Rabu, 11 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen
Pengunjung memperhatikan video sejarah gedung sate di Museum Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/7/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Museum Gedung Sate terletak di Jalan Diponegoro No. 22 dan menyatu dengan Gedung Sate itu sendiri. Hanya, letaknya di ujung dan berdekatan dengan museum Pos Indonesia.

Jika ingin berkunjung ke museum Gedung Sate, Anda dapat masuk melalui pintu belakang Gedung Sate di perempatan jalan Cimandiri-Banda. Atau anda bisa juga melalui pintu paling ujung, dekat dengan Taman Lansia.

Museum yang dibangun di akhir masa pemerintahan Ahmad Hermawan ini menunjukkan bahwa museum tidak melulu berisi barang peninggalan masa lalu dan jauh dari sentuhan teknologi. Museum Gedung Sate dibangun dengan tujuan untuk memenuhi dahaga masyarakat akan sejarah bangunan yang paling ikonik di kota Bandung ini.

Dengan tiket masuk seharga Rp5.000 per orang, pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dulu. Reservasi dapat dilakukan secara online di museumgedungsate.org

Proses reservasi sangat mudah. Anda hanya diminta memasukkan jumlah rombongan, nama, nomor identitas (KTP), dan alamat. Selanjutnya bukti reservasi akan dikirimkan ke e-mail. Anda tinggal menunjukkan bukti reservasi tersebut ke resepsionis saat membeli tiket masuk.

Ketika masuk, pengunjung akan disuguhi dengan diorama sejarah di bangunnya Gedung Sate. Ada juga replika Gedung Sate yang bisa terbelah menjadi dua jika anda mengucapkan “museum gedung sate” lalu bertepuk tangan dengan keras. 

Salah satu hal yang menarik adalah dinding museum yang sengaja dikelupas. Hal ini dilakukan untuk memberi pengalaman lebih rinci tentang teknik pembuatan Gedung Sate.

Anda bisa melihat rahasia material bangunan dan teknik yang digunakan para arsitek yang membangun Gedung Sate sehingga Gedung Sate yang dibangun pada 1924 dapat berdiri kokoh hingga saat ini.

Ada juga ruangan dengan teknologi augmented reality yang membuat anda merasakan sensasi menjadi mandor dalam proyek pembangunan Gedung Sate. Ada juga ruangan film tempat Anda bisa menonton film pendek tentang sejarah Gedung Sate pada zaman pergerakan kemerdekaan.

Di ruangan lain, Anda dapat mencoba menaiki balon udara dengan teknologi virtual reality. Dengan teknologi ini, Anda akan merasakan sensasi naik balon udara dengan pemandangan di sekitar Gedung Sate.

Namun kekurangannya adalah terkadang alat ini tidak difungsikan sehingga jika anda ingin menggunakannya, Anda harus menghubungi petugas terlebih dulu. Jika tertarik untuk berkunjung, Anda dapat berkunjung pada Selasa-Minggu mulai pukul 09.00-17.00 WIB.


Siska

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar