Patung Dewi Kwan Im Magnet Pariwisata Hainan

  Senin, 02 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Peserta tour leader anggota ITLA berpose di depan patung Dewi Kwan Im di Nanshan. (@Joseph Sugeng Irianto)

Bila beriwisata ke Pulau Hainan, China maka obyek wisata yang menjadi tujuan utama adalah Patung Dewi Kwan Im yang terletak di daerah Nanshan. Jaraknya sekitar 40 Km dari Kota Sanya.

Dalam keyakinan pemeluk agama Buddha, Dewi Kwam Im atau sebagian orang melafalkan Kuan Yin atau Guan Yin atau Guanyin adalah dewi pemberi berkah, cinta. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai Dewi Welas Asih. Di dalam bahasa Tiongkok sendiri kata Guanyin adalah bentuk pendek dari Guanshiyin yang memiliki makna “Dia yang Menangkap Suara Dunia”.

Patung Dewi Welas Asih dibangun mulai tahun 1988 untuk memperingati 2000 tahun agama Buddha di China.

Patung yang memiliki tiga wajah ini menjulang setinggi 108 meter (354 kaki) pernah dinobatkan sebagai patung tertinggi se-dunia, lebih tinggi dari patung Liberty di New York setinggi 93 meter. Akan tetapi saat ini Indonesia boleh berbangga memiki patung tertinggi sedunia 121 meter, yaitu GWK di Bali.

Dari sisi tiga wajah itu, satu memperlihatkan Dewi Kwam Im menimang sutra di tangan kiri, dan tangan kanan menunjukkan gestur Vitarka Mudrayaitu tiga jari, yakni jari kelingking, jari manis, jari tengah diangkat dan jari telunjuk dan ibu jari membentuk lingkaran.

AYO BACA : Perdalam Profesi, 20 Tour Leader Bandung Belajar ke Hainan

Di sisi lain, Dewi Kwam Im memperlihatkan tangan saling menangkup menggenggam sambil memegang untaian manik-manik doa. Sedangkan sisi lain lagi menampakkan Dewi Kwam Im memegang teratai.

“Patung ini memiliki tiga wajah, satu menghadap ke Kota Sanya dan dua lainnya ke Laut China Selatan, mewakili Kedamaian, Kebijaksanaan dan Welas Asih,” terang Novi Hasan, salah seorang Tour Leader anggota ITLA ketika berlatih memandu wisatawan.

"Sebagai muslim saya sangat kagum dan menghormati tempat ini yang dijadikan tempat wisata dan ritual agama, kami bertaddabur alam. Ketika di dalam ruangan bawah patung tersebut, subhanallah ada ruangan berlapis emas untuk mereka berdoa. saya lihat seorang pemeluk agama Buddha yang begitu khusuk berdoa sampai memeluk dan mencium kuku kaki Sang Dewi, sama ketika saya mencium Hajar Aswad di Masjidil Haram,” lanjut Novi Hasan.

Penilaian lain dikemukan oleh Makmu Embun Santana yang juga peserta pelatihan Tour Leader ITLA DPD Jabar.

“Hebat sekali pemerintah China bisa membangun obyek wisata ini, semuanya well organized, mulai dari pintu masuk, pengaturan drop off, sarana parkir, kedai makanan minuman, toilet yang bersih dan keamanan,” tuturnya.

AYO BACA : Menjelajahi Pulau Hainan

Ia menjelaskan pengelola sudah mengatur alur dengan baik.

"Untuk pejalan kaki, yang mau naik buggy atau odong-odong disiapkan, bahkan ketika musim tertentu pengunjung sampai membludak puluhan ribu petugas dan pengelola bisa mengatur dengan baik. Ini patut dicontoh oleh pengelola obyek wisata di Indonesia. Hebatnya lagi pemerintah selalu mengupdate kondisi cuaca kepada pihak terkait, bila terjadi badai taufan tempat ini akan ditutup demi keselamatan pengunjung,” lanjutnya di tengah terik matahari dan suhu udara tercatat 34 C saat itu.

Patung Dewi Kwan Im diresmikan tanggal 24 April 2005 setelah memakan waktu enam tahun pembangunan.

Kini tempat tersebut menjadi lokasi wisata memukau, sekaligus tempat ziarah umat Buddha di Asia.

Para peziarah datang dari segala penjuru China Daratan di utara dan negara lain, termasuk Indonesia.

Di gerbang masuk terdapat tulisan berbahasa China yang artinya KESETARAAN, dimaksudkan semua boleh berkunjung, semua sama, tidak ada perbedaan suku, agama, ras, kaya, miskin, berpangkat atau biasa saja.

Joseph Sugeng Irianto
Anggota ITLA DPD Jabar

AYO BACA : Ada Desa Bali di Provinsi Hainan China

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar